Published On: Wed, Sep 12th, 2012

Karawang Ko’Ta’ Padi Lagi?

Karawang Lumbung Padi

Oleh : Taryana Achmad

Sejauh mata memandang hamparan sawah
Ibarat permadani yang tak jenuh dipandang
Namun kini hampir habis terkikis zaman

Kota padi mereka memanggilmu, Karawang
Namun kini tak nyaring lagi
Namamu telah terganti
Ditelan asap-asap industri

Dewi padi, maafkan kami yang tak bisa menjagamu
Tubuh elokmu telah terjamah dan terjajah
Mereka menghisap dan memeras ranum alammu

Dewi padi, tubuhmu kini telah tergerus industri
Industri yang tak kenal basa-basi

Industri yang tak kenal polusi
Industri yang tak kenal santun pada petani

Kota padi mereka memanggilmu, Karawang
Namun kini tak nyaring lagi
Namamu telah terganti
Ditelan asap-asap industri

Meski harga pupuk terus melangit
Tetapi, petani masih ada yang setia menjagamu
Mereka terus berdiri menatap matahari
Berharap besok terjadi revolusi petani

Wahai para pemimpin…
Kami titipkan dewi padi padamu
Rawatlah dia seperti engkau merawat istri dan anakmu
Jagalah dia seperti engkau menjaga kehormatanmu
Buatlah kami tersenyum saat panen raya tiba
Seperti engkau tersenyum saat memanen ladangmu
Di industri itu

Kota padi mereka memanggilmu, Karawang
Namun kini tak nyaring lagi
Namamu telah terganti
Ditelan asap-asap industri

*) Taryana Achmad, Warga Karawang Tinggal di Cikampek
http://www.facebook.com/taryana.achmad

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>