Published On: Wed, Sep 12th, 2012

Rohmat Sarman, Akademisi Turun Ke Sawah

Akademisi Turun Ke SawahKarawang (Karin) – Karawang lumbung beras sehat nasional, itulah kalimat sekaligus visi yang selalu dikatakan oleh Rohmat Sarman, pria kelahiran Karawang, 8 Desember 1969. Sebagai putra daerah yang dibesarkan di lingkungan keluarga petani, Ia berkeinginan agar sebutan Karawang sebagai lumbung padi Jawa Barat dan Nasional terus menjadi kenyataan. Dan sebagai lumbung padi, Karawang sejatinya dapat selalu menghasilkan padi dan beras berkualitas, dimana berkah kesuburan tanah Karawang mesti menjadikan Karawang sebagai laboratorium alam dunia pertanian. Salah satunya adalah menghasilkan padi (beras) yang sehat dan memiliki daya saing di pasaran nasional dan internasional.

“Karawang itu subur, memiliki lahan teknis terbesar di Jawa Barat bahkan Indonesia. Artinya kita bisa menghasilkan produk pangan berkualitas kapan saja. Seperti misalnya klaim beras enak itu Cianjur, itu tidak sepenuhnya benar. Dan disini saya ingin membuktikan, jika sebelumnya katanya pertanian full organik tidak bisa dilakukan di Karawang, maka saya sudah membuktikan bahwa full organik dapat dilakukan di Karawang,” ujar Rohmat Sarman yang membawa Kelompok Studi Pertanian Organik Bale Pare Karawang, meraih Penghargaan Anugerah Inovasi Jawa Barat 2011 lalu dibidang pangan dari Gubernur dan Pemprov Jabar, dan tercatat sebagai yang pertama dari Karawang yang meraih penghargaan ini.

Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Bale Pare Pertanian Organik Karawang, inilah yang didirikan dan diketuai Rohmat Sarman. Awalnya berbentuk Kelompok Studi Pertanian Organik (KSPO), seiring prestasi kemudian berkembang menjadi P4S yang berperan juga memberikan pelatihan kepada petani dan pihak-pihak yang ingin belajar pertanian full organik.

Sistem Pertanian Organik

Produk Padi Unggulan dan Pertanian Mandiri

Bale Pare yang dipimpinnya yang memulai pertanian full organik sejak akhir 2009 lalu, dengan panen pertamanya pada 18 februari 2010, hingga kini sudah berhasil memproduksi berbagai jenis beras organik. Selain beras putih, juga sudah menghasilkan beras merah dan beras hitam organik. Dimana beras tersebut sudah lolos uji laboratorium dan mendapatkan sertifikat halal dan sertifikat organik, sehingga dapat dipasarkan. Awal tahun 2012 lalu, lewat event panen raya dan gelaran Hajat Tani 2012, Bale Pare bahkan sudah melaunching varietas lokal yang dinamakan Jayasena. Varietas padi lokal Karawang yang dikembangkan melalui mekanisme pertanian full organik Bale Pare.

“Pertanian Organik Bale Pare adalah full organik, dimana kita membuat pupuk dan pembasmi hama sendiri, sehingga kita tidak mengotori sawah dengan bahan berbahaya. Hasilnya, berasnya sehat dan anti pestisida. Secara ongkos produksi menjadi lebih murah, dan dapat membuka lapangan kerja baru, yang tadinya uang diserahkan ke pabrik pupuk sekarang diberikan ke buruh tani untuk bekerja membuat pupuk yang bahan bakunya dari alam. Bahan ini melimpah ruah di Karawang, kita sebenarnya sudah diberikan berkah yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mau bergerak atau tidak,” ungkap Rohmat Sarman ketika ditemui di kantor P4S Bale Pare yang berlokasi di Desa Pasirkaliki, Rawamerta.

Tokoh Pertanian Indonesia Nasional

Rohmat Sarman bersama (kiri ke kanan) – Ki Dalang Cecep Supriadi (Budayawan Karawang/Hajat Tani 2012) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Anugerah Inovasi Jabar 2011), Sisca Soewitomo (Jakarta Security Food Summit 2012)

Sejauh ini, Rohmat Sarman dan Bale Pare sudah hilir mudik dari pameran ke pameran, baik tingkat provinsi maupun nasional, mewakili Karawang dan Jawa Barat sebagai duta pertanian dengan produk unggulan yang dibanggakan. Diantaranya ditunjuk sebagai perwakilan pada Pameran Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional di Bogor dan Kendari, Pameran Pangan Nasional, Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2012 dan sejumlah pameran lainnya. yang mana secara tidak langsung membawa nama Karawang sekaligus mengabarkan pada nasional bahwa pertanian Karawang masih bertaring.

Rohmat Sarman yang kini sedang menyelesaikan studi S3 (doktor)-nya, sejatinya adalah seorang akademisi. Ia merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan Bandung dan masih aktif mengajar hingga sekarang. Konsentrasi keilmuannya adalah ilmu manajemen. Berangkat dari wawasan akademisnya inilah, Ia kemudian menerapkannya pada pertanian dan dipraktekannya secara langsung. Membuat perencanaan yang matang, terukur serta sistematis.

Dengan juga kini Ia menjadi petani, maka hilir mudik Bandung Karawang Ia lakukan per tiga harinya. Sebelum bergerak di pertanian organik, Ia juga pernah mendirikan Radio Komunitas NHFM di Desa Pasirmukti Telagasari. yang mana konsepnya adalah menggerakan swadaya masyarakat dalam membangun jaringan komunikasi di lokasi tersebut dan sekitarnya. Hal yang sama dan bahkan jauh lebih besar, kini Ia lakukan bersama P4S Bale Pare dengan pertanian organiknya, termasuk menciptakan optimisme di kalangan petani Karawang bahwa petani bisa lebih sejahtera dan mandiri.

Terkait pemasaran beras organiknya, Rohmat Sarman menuturkan menjadi tantangan sekaligus keuntungan tersendiri. Karena, selain memproduksi (bertani), Ia juga sekaligus mengolah hasil pasca panen, dari padi (gabah) menjadi beras dalam bentuk kemasan resmi Bale Pare, dan lalu menjualnya langsung ke pembeli atau distributor. Dan sejauh ini, beras Bare Pare sudah ada di berbagai supermarket dan sudah dipesan oleh banyak orang dari berbagai wilayah, khususnya dari luar Karawang. Selain secara offline, dengan memanfaatkan teknologi informasi, juga dijual secara online salah satunya melalui situs www.balepare.co.id – adapun informasi aktivitasnya dapat disimak di situs www.balepare.org

Itulah profil Rohmat Sarman si petani organik, si akademisi yang turun ke sawah, yang sudah  turut mengharumkan nama Karawang di kancah provinsi dan nasional, khususnya dalam bidang pertanian sebagai bidang yang menjadi penghidupan umumnya warga lokal Karawang. (Deni Andriana)

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. purnosidi says:

    saya juga akademis kang..cuman dalam bidang wara wiri

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>