Published On: Wed, Sep 12th, 2012

HUT Karawang Ke 379, Petani Gagal Panen

Acara HUT Karawang ke 39

Karawang (KarIn) – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang bertepatan dengan musim panen. Namun, alih-alih mendapatkan hasil positif sebagai hadiah hari ulang tahun, umumnya petani Karawang pada panen kali ini malah mendapatkan kenyataan pahit, mereka merugi akibat gagal panen. Penyebab utamanya adalah akibat serangan hama, terutama hama kupu-kupu (hama penggerek). Proses metemorfosa kupu-kupu telah membuat tanaman padi tumbuh tidak normal. Ketika dipanen, petani mendapatkan kenyataan tanaman padinya putih dan tidak mengandung biji padi. Hal ini terjadi di sebagian besar wilayah Karawang, termasuk di daerah subur seperti Lemahabang, Telagasari, Rawamerta, Tempuran, Cilebar dan sekitarnya.

Berdasarkan fakta di lapangan yang Tim Redaksi telusuri, kerugian cukup besar didapatkan petani akibat hasil yang didapat rata-rata hanya dapat menutupi setengah dari modal tanam. Jika biasanya dalam 1 hektar menghasilkan sekitar 6-7 ton padi (gabah), pada panen kali ini akibat serangan hama yang sangat fatal, rata-rata perhektarnya hanya menghasilkan 1 ton. Bahkan di beberapa lokasi tertentu, jumlahnya kurang dari 1 ton, walaupun di beberapa lokasi lainnya ada juga yang jumlahnya diatas 1 ton dan bahkan ada yang masih cenderung mendekati normal.

Berikut adalah kalkulasinya berdasarkan data statistik yang dikumpulkan Tim KarIn langsung di lapangan :

Kondisi Normal

  • Modal Perhektar = Rp 7 Juta
  • Hasil (Tonase) Perhektar = 6 ton (rata-rata)
  • Harga Jual Gabah = Rp. 4.000/ kg

Pada kondisi normal perhektarnya petani mendapatkan Rp. 24 juta/hektar (Hasil Tonase X Harga Gabah) dengan keuntungan Rp. 17 Juta/hektar setelah dipotong modal tanam

Kondisi terkini (fakta di lapangan)

  • Modal Perhektar = Rp 7 Juta
  • Hasil (Tonase) Perhektar = 1 ton (rata-rata)
  • Harga Jual Gabah = Rp. 4.000/ kg

Pada kondisi tidak normal yang terjadi pada panen tahun ini di Karawang, perhektarnya kebanyakan petani hanya Rp. 4 juta/hektar (Hasil Tonase X Harga Gabah) – Maka dengan modal tanam perhektar Rp. 7 Juta, petani mendapatkan kerugian Rp. 3 Juta perhektarnya.

Foto Ulang Tahun Karawang 2012

Sejumlah petani yang KarIn temui di lapangan, mengatakan bahwa kegagalan seperti ini diakibatkan selain oleh hama juga ketidaksiapan mereka dalam menanggulangi hama tersebut, termasuk beberapa diantaranya menyayangkan kurangnya penyuluhan terhadap petani untuk menanggulangi semakin bervariasinya serangan hama, terutamanya kupu-kupu. Padahal menurut mereka, serangan hama sejenis ini sudah terjadi sejak beberapa musim lalu, alhasil sejauh ini mereka hanya bergantung pada penangangan dengan cara sendiri dan mengandalkan berbagai jenis pestisida yang dijual dipasaran, yang faktanya kini tidak bisa melawan serangan hama kupu-kupu.

Atas kondisi ini, petani yang merugi dan terutama yang hanya menggantungkan hidupnya pada pertanian, berharap adanya bantuan dari atas untuk mengatasi kegagalan panen ini, termasuk bantuan modal untuk musim tanam selanjutnya.

Metamorfoasa kupu-kupu pada tanaman padi di tanah Karawang menjadi peristiwa nyata ditengah metamorfosa Kabupaten Karawang, yang konon seiring usianya yang terus bertambah menargetkan diri menjadi Kabupaten maju, sebagaimana visi pemerintah daerah Karawang saat ini yakni Karawang  Sejahtera Berbasis Pembangunan Berkeadilan Dilandasi Iman Dan Taqwa. (Deni Andriana)

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>