Published On: Wed, Aug 29th, 2012

Pengelolaan Parkir VS Pungutan Liar di Karawang

Karnali FaisalPemkab Karawang masih menurunkan petugas yang memunguti uang dari sopir-sopir angkutan barang. Truk lewat, lempar duit. Ini yang sering jadi keluhan para pengusaha logistik. Banyak yang mengkategorikan itu sebagai pungutan liar (pungli) yang menjadi penyebab ekonomi biaya tinggi.

Di sisi lain, Pemkab Karawang masih abai terhadap potensi pendapatan daerah dari sektor perparkiran. Di Karawang, setiap titik pemberhentian dijaga tukang parkir. Bayar Rp 1000. Contohnya, tadi pagi saya ke Klinik Farina, Bank Mandiri lalu ke Apotik. Masing-masing Rp 1000, jadi total saya bayar parkir Rp 3000. Semuanya tidak tidak ada karcis parkir. Diduga masuk kantong pribadi.

Saya pernah ke Purbalingga, Jawa Tengah. Disana parkir hanya Rp 500 dan diberi karcis parkir resmi. Jadi itu kita anggap sebagai retribusi daerah. Petugas mengenakan rompi berseragam.

Dilihat dari fakta diatas, maka sungguh aneh Pemkab Karawang ini. Sesuatu yang syubhat (memungut uang dari sopir angkutan barang) terus berlangsung, sementara yang halal dari sektor parkir yang jika dikelola baik bisa menambah PAD malah diabaikan.

 *)  Karnali Faisal
Tinggal di Karawang, Alumni SMAN 1 Karawang

http://www.facebook.com/karnali.faisal

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>