Published On: Fri, Feb 11th, 2011

Waspada, Hama Wereng Punggung Putih Siap Serang Karawang!

Oleh: Itang Sutisna, SPdi

Musim tanam yang akan datang, akan menjadi tantangan yang sangat berat bagi petani Karawang. Setelah musim tanam sebelumnya hama wereng batang coklat merajalela, diperkirakan pada musim tanam yang akan datang, selain ledakan hama wereng coklat, mungkin akan terjadi ledakan hama wereng punggung putih. Informasi ini bisa didapat dari situs BBPOPT (Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan) Jatisari.

Hal ini mengingatkan kembali pada pertengahan tahun 2009, di mana BBOPT Jatisari pada saat itu sudah mengeluarkan peringatan mengenai akan adanya ledakan hama wereng coklat. Karena di Karawang, hama wereng batang coklat ini sudah lama sekali tidak ada atau karena kurangnya sosialisasi peringatan tersebut, akhirnya bencana yang seharusnya dapat diantisipasi dari awal, mengakibatkan kerugian yang amat sangat besar bagi petani Karawang. Mudah-mudahan dengan ulasan di Karawang Info ini, kejadian yang  berakibat sama dapat diantisipasi sejak awal, sehingga tidak lagi membawa kerugian bagi petani, khususnya di Karawang.

Dari keterangan yang kami dapatkan, hama wereng punggung putih ini biasanya ada bersama dengan wereng coklat. Yang membedakannya adalah wereng punggung putih ini biasanya menyerang tanaman padi yang muda dan jarang menyerang tanaman padi yang tua. Masa kritis terhadap hama wereng punggung putih adalah ketika usia pada pada saat awal penanaman sampai dengan sebulan.

Daur hidup wereng punggung putih lebih singkat daripada wereng coklat. Sekali bertelur jumlahnya dapat mencapai 500 telur, dan masa penetasannya hanya 3 hari. Dan kami juga diingatkan, kalau sampai terjadi wabah wereng punggung putih ini, kerusakannya akan sangat parah, karena hama wereng punggung putih ini menyebabkan tanaman mati terbakar (hopperburn), dan penyebarannya cepat sekali.

Langkah pengamanan yang dapat diambil adalah melakukan pencegahan dini pada tanaman muda,dengan cara mengurangi pemberian pupuk kimia yang berlebihan.Penggunaan pupuk kimia yang mempunyai kandungan Nitrogen dalam jumlah besar,akan memancing datangnya hama wereng, baik wereng batang coklat maupun wereng punggung putih.

BBOPT Jatisari mempunyai produk-produk  agents hayati unggulan yang mampu menekan tingkat kerusakan hama tersebut. Pestisida bukan merupakan jalan keluar, mengingat hama sekarang ini mempunyai daya resujensi yang sangat tinggi, artinya semakin hama tersebut merasa terancam hidupnya,makin banyak telur yang dihasilkan, hal ini terlihat jelas pada pola penanganan hama wereng batang coklat. Tanpa perubahan dalam pola penanaman, bencana akibat serangan hama tidak dapat terselesaikan.

Sudah saatnya dipertimbangkan dalam pola penanaman, adanya penambah atau substitusi organik dalam lahan pertanian Karawang. Perlu diingat kembali, dari apa yang kami lihat bahwa sesungguhnya Karawang ini mempunyai seluruh bahan yang diperlukan untuk melepaskan diri dari ketergantungan bahan kimia. Membawa perubahan bukan sesuatu hal yang mustahil,hanya antara ada kemauan atau tidak.

Mayoritas masyarakat Karawang adalah petani, tanpa perbaikan taraf hidup mereka,tidak akan mungkin geliat perekonomian Karawang dari segala sisi dapat bergerak maju. Saya dan para sahabat blogger, terutama Karin, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari daerah Karawang,s udah merupakan kewajiban kita untuk menyebarluaskan pengetahuan yang bermanfaat bagi petani Karawang. Tulisan ini adalah sumbangan pikiran yang saya persembahkan bagi daerah Karawang yang sangat saya cintai ini. Semoga bermanfaat!

*) Warga Karawang, tinggal di Krajan 2 Gang Central,
RT 02/04, Desa Lemah Abang , Kec. Lemah Abang.
Seorang Mubaliq dan Juru Brata (Dalang)

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>