Published On: Wed, Sep 8th, 2010

Sketsa Ramadhan: Prosesi Mudik Lebaran (Sebuah Pengalaman)

Oleh : Karnali Faisal

Karnali Faisal Solusi Mitra KarawangHanya tahun ini saya tidak mudik. Karena baru punya baby. Tahun sebelumnya dua minggu menjelang lebaran selalu sibuk dengan urusan tetek-bengek persiapan di perjalanan dan di kampung.

Kalau dihimpun, pengalaman mudik mungkin sudah bisa menjadi buku. Dan buku itu selalu aktual setiap menjelang lebaran. Aktual bukan karena buku itu penting. Tapi persoalan yg ditulis niscaya akan berulang setiap tahun.

Tengok saja bagaimana kemacetan yang terjadi setiap tahun. Dengan jarak tempuh yang sama biasanya menghabiskan waktu hanya 8 jam perjalanan, pada saat lebaran bisa 24 jam!

Ini belum seberapa jika dibandingkan dengan perjuangan mendapatkan tiket bus atau kereta. Sialnya, seperti mental kaum oportunis, calo-calo pun berkeliaran. Persoalan-persoalan itulah yang kemudian memicu orang berpikir pragmatis. Maka sepeda motor pun menjadi pilihan. Meski mudik dengan menggunakan sepeda motor pun sebenarnya bukan pilihan ideal.

Tapi setidaknya sepeda motor punya 4 kelebihan. Pertama, irit. Saya isi bensin dari Karawang full tang, isi lagi di Indramayu. Tambah sedikit di Brebes. Relatif lebih murah dibandingkan angkutan umum yang ongkosnya naik 2 sampai 3 kali lipat. Kedua, cepat. Di musim mudik ketika kemacetan menggila, motor bisa lolos dari kemacetan itu. Ketiga, bebas dari keruwetan seperti rebutan bis, ngotot dengan calo dan kekecewaan karena kehabisan tiket. Keempat, motor masih bisa digunakan untuk menunjang mobilitas selama di kampung.

Kelebihan itulah yang membuat tiap tahun jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor makin meningkat.  Meski angka kecelakaan pun tidak bisa dibilang sedikit. Dan tahun ini pemerintah punya program mudik lebaran dengan Kapal Pelni bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor. Belum jelas apakah inisiatif pemerintah ini diminati pemudik atau tidak.

Btw, lepas dari keruwetan mempersiapkan mudik, saat-saat tiba di kampung halaman adalah saat yang paling menyenangkan. Inilah ekstase kerinduan yg sekian lama terpendam. Inilah saat ketika seribu kenangan berusaha direkonstruksi kembali. Inilah momentum berbagi cerita tentang di sini dan di sana.  Sejenak rehat dari kesibukan kota yang padat dan pengap. Diatas semua itu, mudik menjadi ajang mendekatkan lagi hubungan persaudaraan dalam bingkai silaturahim.

Buat saudara-saudara yang tahun ini kembali menjalani prosesi mudik, saya ucapkan selamat jalan. Selamat berlebaran di kampung halaman.

Allahu akbar Allahu Akbar Allahu Akbar walilahilhamd.
Taqabalallahu minna wa minkum…

*) Alumni SMA Negeri 1 Karawang angkatan tahun 1992.
Ketua Bidang Usaha Solusi Mitra
(Solusi Mitra: organisasi lintas alumni SMA/SMK di Karawang. Berdiri Maret 2010)
http://www.facebook.com/karnali.faisal

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. Tahun ini pengalaman mudik pertama bersama suami.
    sehari sebelum jalan, persiapan cari peta wkwkwkw.
    maklum baru kali ini pulang kampung naek motor, karena takut desak desakan di bis (padahal cuman jakarta – pandeglang)
    Tapi allhamdulillah, ternyata jakarta – pandeglang klo lebaran tidak sepadat ke arah timur (jawa)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>