Published On: Thu, Apr 29th, 2010

Hari Pendidikan 2 Mei : Pintar dan Cerdas Itu Berbeda

Pintar dan CerdasSetiap tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai hari pendidikan. Untuk tahun 2010 ini dan beberapa tahun kebelakang, ditengah-tengah perayaan hari pendidikan ada fakta menarik yang cukup ironis yakni kabar disana-sini para pelajar banyak yang menangis bahkan frustasi dan mencoba bunuh diri karena tidak lulus Ujian Nasional. Disisi lain, banyak siswa putus sekolah karena tidak mampu lagi bayar sekolah, banyak para pejabat lulusan sekolah/perguruan tinggi terbaik yang terjerat kasus korupsi dan fakta-fakta ironis lainnya.

Pendidikan itu apa? Pendidikan adalah proses untuk memanusiawikan manusia. Pendidikan yang diselenggarakan di negara ini dengan negara/pemerintah bertindak sebagai penyelenggaranya adalah memiliki tujuan mulia yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Faktanya di lapangan, pendidikan hanya berkutat pada orientasi hasil bernama pintar dan tidak pintar yang melulu diukur dengan data statistik, lewat sebuah angka. Objektifitas menjadi alasannya. Padahal, pintar dan cerdas itu menurut banyak ahli bahasa maupun sosial berbeda adanya. Pintar dan cerdas = berbeda.

Kecerdasan seseorang melibatkan emosional, spriritual dan IQ-nya. Sedangkan kepintaran cenderung berpegang pada IQ. Jadi wajar, ketika orientasi pendidikan di negeri ini adalah untuk membuat siswa/masyarakat didik menjadi pintar, alhasil mental dan spritualnya terabaikan, jadi kemudian hasilnya banyak orang pintar dengan nilai kelulusan tinggi dari sekolah/perguruan tinggi terbaik bermental bobrok, melakukan tindakan amoral semacam korupsi.

Siapa yang harus bertanggungjawab? Penyelenggara, peserta didik, guru, kepala sekolah, menteri pendidikan, si pembuat undang-undang atau kita (saya) yang hanya bisa mengkritik? Jawabannya adalah ada pada konstitusi dimana jelas dinyatakan bahwa tujuan dari negara seperti dalam pembukaan UUD 45 dinyatakan salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana implementasinya dilakukan melalui sebuah program bernama pendidikan nasional dengan menyedot APBN sebanyak 20 % (ketentuannya).

Pendiri Taman Siswa yakni Ki Hadjar Dewantara yang tanggal lahirnya 2 Mei 1889 dijadikan sebagai hari pendidikan nasional mungkin tersenyum dialam sana dan berkata : “mendingan jangan pake tanggal lahir gw deh.. malu-maluin aja.. 1889 – 2010 kok gini-gini aja!”

Deni Andriana

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>