Published On: Thu, Oct 9th, 2008

Pemakaman Bupati Karawang

Cilamaya Kulon (KarIn) – Pada masa kerajaan Mataram dipimpin Sultan Agung, Ia menetapkan daerah Karawang sebagai pusat logistik yang strategis, mempunyai pemerintahan sendiri yang langsung berada dibawah pengawasannya, serta dipimpin oleh orang cakap dan ahli perang. Selain itu, juga harus mampu menggerakan masyarakat untuk membangun pesawahan guna mendukung kebutuhan logistik. Pembangunan Karawang tersebut dalam rangka mempersiapkan penyerangan Mataram ke Batavia (Jakarta) yang diduduki VOC (Belanda).

Tahun 1632, Sultan Agung mengutus Wiraperbangsa ke Karawang dengan tujuan membebaskan Karawang dari pengaruh Banten. Tugas tersebut dilaksanakan dengan baik. Wiraperbangsa dianugerahi jabatan Wedana di Karawang (setingkat bupati sekarang) dan diberi gelar Adipati Kertabumi III. Setelah Wiraperbangsa wafat, tugasnya digantikan Raden Singaperbangsa (Adipati Kertabumi IV), tugas pokok yang diemban yaitu mengusir VOC dan membangun pesawahan untuk mendukung logistik kebutuhan perang.

Berdasarkan sumber-sumber sejarah dan dikuatkan dengan tulisan di batu nisan makam Singaperbangsa, ditetapkan tanggal 10 Mulud tahun Alif (Jawa) 14 September 1633 M, menjadi hari jadi kabupaten Karawang dan Bupati pertamanya adalah Singaperbangsa.

Sejak jaman pemerintahan Adipati Singaperbangsa, Karawang dikenal sebagai daerah lumbung padi di Jawa Barat dan kota pangkal perjuangan. Singaperbangsa sendiri memerintah dari tahun 1633 sampai wafat yakni 1677.

Makam Bupati Karawang

Mungkin diantara kita pernah mendengar daerah bernama Kampung Cigobang, Desa Manggung Jaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Didaerah itulah makam Singaperbangsa kini berada. Makam ini berjarak ± 40 Km dari pusat kota Karawang.

Makam Singaperbangsa ini ditemukan berdasarkan pemberitahuan seorang guru besar agama Islam di Purwakarta. Ia mengatakan kepada muridnya bahwa di daerah Manggung terdapat makam seorang Wali Allah yang hafal Al-Quran dan merupakan seorang pemimpin. Diawali pemberitahuan itulah kemudian makam ini ditemukan.

Setelah berdiri, baru pada tahun 1993 diadakan penyatuan jenazah para almarhum Bupati setelah pemerintahan Singaperbangsa. Dari beberapa makam yang akan dipindahkan ke Manggung Jaya untuk disatu komplekan dengan makam Singaperbangsa, hanya empat yang berhasil, sedangkan yang lainnya dipertahankan oleh pihak keluarganya masing-masing.

Bentuk dari makam yang hanya dikhususkan bagi para mantan bupati tersebut, terdiri dari sebuah bangunan yang cukup besar, menyerupai Keraton yang didalamnya terdapat tujuh buah makam yang satu sama lain terpisah dalam masing-masing ruangan. Dibelakangnya, terdapat sebuah mushola dan bangunan tempat peristirahatan. Disekeliling makam ditumbuhi pohon rindang yang diperkirakan sudah berumur puluhan tahun. Pemakaman ini dibangun diatas lahan milik Pemkab Karawang seluas 2 Ha.

Adapun nama Makam Bupati dan sesepuh tersebut, adalah sebagai berikut :

  1. Dalem Adipati Singaperbangsa, dengan gelar Adipati Kertabumi IV, yaitu Bupati Ke- 1, periode 1633-1677
  2. R. Anom Wirasuta, dengan gelar R.A. Patatayuda I, yaitu Bupati ke-2, periode 1677-1721
  3. R. Jayanegara, dengan gelar R.A Panatayuda II, yaitu Bupati Ke-3, periode 1721-1731
  4. R. Martanegara / R. Singanagara, dengan gelar R. A Panatayuda III, yaitu Bupati Ke-4, periode 1731-1752
  5. R. Mohamad Soleh, dengan gelar R. A Panatayuda IV, yaitu Bupati Ke-5, periode 1752-1786
  6. Ibu Siti Ansiah (Keramat Manggung), Kampung Kali Daon Cigobang, Desa Ciparage

Pengelolaan dan Pelestarian Makam Singaperbangsa

Mengingat tempat tersebut adalah makam dari mantan bupati Karawang, jadi sistem kepengurusan dan pengelolaannya, dipimpin langsung oleh bupati Karawang yang masih aktif. Bahkan sejak dari pendiriannya sampai sekarang pengelolaan dan pelestarian makam keramat tersebut sudah dimasukan dalam anggaran dari Pemkab Karawang.

Para pegawai maupun Bupati Karawang sering berkunjung ke tempat tersebut. Bahkan, tidak jauh dari pemakaman sudah didirikan rumah persingggahan untuk Bupati dan rombongannya. Terutama pada tanggal 10 Mulud (Penanggalan tahun hijriah/Islam), bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, dipastikan para pejabat tinggi pemerintah Karawang tersebut hadir disana, untuk melakukan jiarah.

Khusus pada saat hari ulang tahun Kabupaten Karawang selain berkunjungnya Bupati dan rombongan, juga sering dilakukan penulisan ulang buku sejarah kabupaten Karawang dan makam Singaperbangsa termasuk didalamnya. (Deni Andriana)

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Displaying 7 Comments
Have Your Say
  1. Wahudin says:

    Wah, kapan2 gw mau ksana ah…
    trims infonya!! Nuhun!

  2. Deni Andriana says:

    ya silahkan pak.. jalan2 sambil ke pantai tanjung baru tuh dekat

  3. andri says:

    kang kumaha mun manggung sareng tanjung baru dipromosikeun lewih seeur ngarah seeur pengunjungna abi bangga jadi warga manggu jaya……

  4. kinantisalon says:

    tks infonya, …. memang kita harus mengingat jasa besar para pelaku sejarah berdirinya Karawang… ‘ Jas merah’ kata bung karno. Jangan lupakan sejarah….

    Kita pantas bangga dengan Karawang, dahulu, sekarang, dan dimasa mendatang…
    maaf. tks

  5. kanta subagio says:

    Menghargai jasa-jasa para leluhur pendiri daerah Karawang termasuk bangsa yg besar pada tingkat daerah selain menghargai jasa para pahlawan RI,sebagai konsekwensinya waga karawng rela merawat para makam bupatinya yg pertama sampai seterusnya juga kru KARIN turut serta membublikasikan hal tsb .ini merupakan realita kecintaan pada sang pelopor daerah karawang. di masa sekarang hal tsb merupakan bukti sejarah yg otentik karena pada zaman dahulu begitu berat memperjuangkan kemerdekaan dari belaenggu penjajahan bangsa belanda&jepang,kiranya warga karawang dapat memetik&mendalami mana perjuangan demi untuk membangun karawang dari berbagai lini kehidupan.

  6. Ahmad Nawawi says:

    Makam singaperbangsa tepatnya terletak di Dusun I Desa sumurgede rt 01/01 kec. cilamaya kulon karawang. dan berdkatan dgn salah satu sekolah smp yaitu smp pasundan cilamaya. smoga para siswa dan siswi karawang umumnya bsa mewarisi semangat dan perjuangan para bupati karawang terdahulu…

  7. yunus says:

    wah. . .itu dkt dgn kmpg ane gan. . .

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>