Kontribusi Seni dan Budaya Karawang dalam Perspektif Pembangunan
Oleh : Eka Priadi Kusumah
Tumbuh kembang seni dan budaya Karawang sejatinya tidak terlepas dari aspek-aspek yang ada di sekelilingnya, baik itu yang berupa infrasruktur seperti panggung (ruang ekspresi) maupun penonton sebagai kelompok pendukung dari sebuah entitas seni dan budaya, juga yang tidak kalah pentingnya adalah pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat atau komunitas seni, yang harus terus melakukan dorongan bagi terciptanya kondisi yang ideal bagi tumbuh dan berkembangnya seni dan budaya daerah.
Meciptakan kondisi berkesenian yang kondusif hingga melahirkan proses kreatif dalam berkesenian tidaklah mudah, tentunya harus melibatkan partisipasi dari komponen kemasyarakatan serta berbagai lapisan dan strata sosial yang memiliki kepedulian bagi terus tumbuh dan berkembangnya seni dan budaya yang menjadi milik bersama.
Dengan memberikan ruang ekspresi yang luas dan bebas kepada pelaku seni dan kebudayaan tentu akan berdampak lahir dan terciptanya kondisi yang positif antara kreatifitas dan nilai estetis dalam produksi kesenian yang bermutu dan mampu bersaing dengan komoditas seni global (kitch) yang terus membombardir keberadaan seni dan budaya daerah.
Kemampuan bertahan dalam iklim persaingan yang sangat ketat ini menjadi tantangan bagi keberadaan seni dan budaya daerah itu sendiri dan secara faktual tentunya kita semua merasakan bahwa kondisi seni dan budaya Karawang kini hampir jarang kita jumpai di sekitar lingkungan kita.
Tentunya setiap pelaku seni (seniman) akan memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap pengaruh dari luar lingkungan seni dan budayanya, akan tetapi proses adaptasi ini tidak turut diterapkan dalam proses berkeseniannya. Padahal begitu banyak contoh produk seni dan budaya yang telah dipoles mengikuti kondisi jaman (trend) akhirnya mampu bertahan (survive) dalam gelombang modernisasi seni pertunjukan, seperti contoh (lenong, ketoprak, ludruk, dll) yang telah di kemas dengan kondisi kekinian.
Proses adaptasi terhadap perkembangan seni dan budaya ini tentunya harus dibarengi dengan kesadaran akan pentingnya meningkatkan sumber daya dari pelaku seni serta penontonya. Karena pada dasarnya ketimpangan sumberdaya manusia dalam proses kreatif berkesenian akan tampak camplang seperti “Sayur kurang garam,” artinya produk seni yang di tampilkan kurang komunikatif dengan selera penonton yang terus berkembang baik dalam segi kemasan maupun isu dari konteks seni yang di produksi.
Meningkatkan sumberdaya pelaku seni di dalam meningkatkan mutu dan kualitas seni pertunjukan menjadi hal mutlak didalam mempertahankan sekaligus menumbuh kembangkan potensi seni dan budaya Karawang yang kelak akan menjadi identitas budaya yang mampu kita banggakan bersama dan menjadi milik bersama.
Pembinaan penonton seperti disinggung diatas juga menjadi aspek yang tidak kalah pentingnya, karena penonton atau pendukung dari seni dan budaya akan menjadi sebuah indikator dari keberhasilan terciptanya iklim yang kondusif di dalam tumbuh dan berkembangnya seni budaya sebuah daerah.
Seni dan penonton adalah dua kutub yang saling melengkapi dan saling membutuhkan diantara keduanya. Dan akhirnya seni akan menjadi medium yang produktif didalam menyalurkan ide dan gagasan didalam penigkatan kondisi sosial, politik, ekonomi dan tentunya budaya yang akan memberikan kontribusi positif di dalam meningkatkan derajat hidup masyarakat Karawang.
Kita menyadari bahwa seni adalah medium penting didalam membangun karakter humanisme dan jati diri Karawang, sudah sepantasnya seni mendapat peran penting didalam proses pembangunan yang seimbang antara pembangunan fisik dan moral yang sekarang menjadi isu global.
Support dari pemerintah akan menjadi spirit baru dalam ruang seni dan budaya Karawang, dimana seni yang otonom menjadi media propaganda dalam setiap kebijakan pemerintah untuk di komunikasikan dengan publik secara manusiawi. Dalam hal ini seni tidak hanya menjadi media hiburan saja tetapi menjadi media komunikasi yang mampu menyerap aspirasi dan interaksi yang kondusip antara pemerintah dengan rakyatnya, antara yang memimpin dengan yang dipimpin. Bangkitlah seni dan budaya Karawang! Kita song-song hari esok dengan gemilang.
*) Warga Karawang, Pegiat dan Pemerhati Seni
www.forumkajiansenikarawang.wordpress.com











Seni dan Budaya merupakan dua kata yg tak dapt di pisahkan dari segala bentuk kreasi,imajinasi,kultur dan lain sebagainya yg sarat serta mewarnai suatu komunitas masyarakat tertentu sejak zaman dahulu hingga kini.seni budaya jg merupakan cerminana dari masyarakat yg bersangkutan itu sendiri seperti di karawang seni tradisi nya yaitu Tari jaipongan,odong2 dll. Seiring kemajuan jaman modern Seni dan Budaya karawang makin terkisis dan mulai berkolaborasi dengan senu budaya luar,di sisis lain budaya kita Karawang khususnya seiring masuknya Para urban ke daerah karawang maka jelas hal ini akan membawa dampak dari budaya masing-masing individu dan dapat mempengaruhi Baik Budaya ataupun kesenian Karawang,dan harapan kami semoga saja tak mengganggu eksistensi dari hal tsb ,Sopan santun tatak rama..(Budaya ketimuran)senatiasa melekat pada semua elemen warga masyarakat Daerah Karawang tercinta.Dan komitmen serta campur tangan Pemerintah sangatlah di utamakan.
Sae pisan kang! Kumargi seni teh slhshji media pemrstu bngsa. . Sim kuring atoh pmi ay dukungan lgsg ti pmrntah karawang. .sok ath urg riksa tur raksa bdaya urg krwng. .