Published On: Tue, Mar 2nd, 2010

Muludan di Rawagede, Antara Agama dan Tradisi

Pameran Senjata PusakaRawamerta (KarIn) – Muludan atau peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  bagi sebagian warga  Rawagede (Balongsari) Kec. Rawamerta Karawang dan sekitarnya mempunyai makna tersendiri. Selain merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di mesjid atau mushola, sebagian warga ada juga yang merayakannya di salah satu tempat yang dianggap keramat, yaitu Petilasan Jaka Tinggkir yang ada di daerah ini.

Seperti perayaan Muludan sebelumnya, Muludan kali ini (28/02),  pada siang harinya diawali dengan pengumpulan air dari 7 (tujuh) mata air tua yang ada di sekitar Rawagede. Kemudian air tersebut digabungkan menjadi satu tempat dan dicampur dengan ‘bunga setaman’ plus aroma wewangian lainnya.

Sama seperti ritual Maulid Nabi di daerah Yogyakarta, Cirebon dan beberapa daerah lainnya di Jawa Tengah, dalam pelaksanaanya ada ritual memandikan benda-benda pusaka yang ada di daerah tersebut. Benda-benda pusaka tersebut dimandikan dengan air yang sudah di racik tadi dan nantinya air bekas ‘memandikan’ benda-benda pusaka tersebut bisa diambil. Sebagian masyarakat meyakini bahwa air tersebut mengandung berbagai macam khasiat dan berguna untuk berbagai keperluan dan keberkahan.

Pada siang hari ada hiburan berupa Wayang Golek yang biasanya bercerita tentang perjalanan Jaka Tingkir. Pagelaran Wayang Golek ini berlanjut hingga malam hari.

Masyarakat sekitar yang masih mempercayai tradisi tersebut, pada malam harinya hadir di tempat tersebut untuk berdo’a dan melakukan berbagai macam aktifitas lainnya yang menurut kepercayaan mereka akan membawa keberkahan bagi hidupnya. Hal itu, dilakukan dari mulai matahari tenggelam hingga pagi menjelang. Mereka menyebutnya “Ngabungbang.”

Selama acara itu berlangsung, banyak dipamerkan benda-benda Pusaka Rawagede. Benda-benda tersebut bisa dilihat dan malah ada juga yang bisa dicoba keampuhannya. Contohnya, ada sebuah satu gelang ’sakti.’

Peringatan Muludan“Menurut kepercayaan masyarakat Rawagede apabila kita mencoba gelang tersebut dan tangan kita bisa masuk tanpa kesulitan, katanya segala niat dan keinginan kita juga akan lancar sesuai harapan,” tutur Mbah Darsim Bhewok, kuncen Patilasan Jaka Tingkir.

Dari animo masyarakat Rawagede dan sekitarnya yang bisa dilihat pada Peringatan Muludan ini, ternyata masih banyak orang-orang datang ke tempat keramat seperti itu. Padahal makna yang terkandung di dalamnya masih abu-abu. Antara hubungan ‘Maulid Nabi’ dengan ‘Muludan’ versi mereka. Yang jelas, jika kita melihat dari sisi tradisi mungkin kita masih bisa maklumi sebagai sebuah usaha untuk mempertahankan nilai budaya dan tradisi leluhur, namun jika dilihat dari sisi Agama Islam, mungkin banyak hal yang tidak sesuai, seperti yang dipaparkan beberapa tokoh agama setempat. (Agus Kusmawan)

_________
Agus Kusmawan
*) Warga Karawang, tinggal di Dusun Rawagede,
Balongsari Rawamerta
Facebook : www.facebook.com/profile.php?id=1233171991

Silahkan Bergabung dengan Grup Facebook Dukung Monumen RAWAGEDE-Karawang-Jabar sebagai Tempat Wisata Sejarah Nasionalsebagai bentuk apresiasi dan dukungan Anda terhadap nilai sejarah dan perjuangan para pahlawan bangsa!

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Displaying 6 Comments
Have Your Say
  1. Euis says:

    Muludan & Ngabungbang di Karamat Jaka Tingkir (orang Rawagede menyebutnya seperti itu).
    Jadi inget waktu muda/kecil dulu. Rasanya kalau sudah mendengar 2 kata tersebut, saya sudah siap-siap aja tidur siang supaya nanti malamnya bisa tidur lebih larut dan kalau mungkin begadang sampai pagi. Karena biasanya dulu, acara itu dilaksanakan pada malam Minggu atau malam liburan lainnya. Jadi kita pas libur sekolah.
    Tidak ngapa-ngapain sih, kita sebagai anak-anak kecil yang ada di kampung seneng aja ada keramaian dikampung kita. Bisa jajan ini itu, jalan-jalan kesana-kemari dsb. Pokoknya kita menikmati keramaian tsb tanpa tau arti makna dibalik acara itu.
    Jadi kangen dengan masa-masa itu dan ingin main-main lagi ke Rawagede secara sekarang jauh di luar kota. Insya Alloh kalau liburan anak-anak, mau menyempatkan diri mampir ke Rawagede tercinta.
    Rawagede….. I miss you.

  2. ibey says:

    Jadi penasaran nih ingin melihat Petilasan Jaka Tingkir di Rawagede plus acara Muludan versi mereka.
    Harus tahun depan dong…. yah??????

  3. Kanta Subagio says:

    Saya bangga Warga karawang…khususnya masyarakat Rawa Gede/Balong sari yg yg masih punya tradisi,budaya {muludan} /secara islmis dikenal dengan Maulid nabi yg sampai sekarang masih eksis,tradisi tsb memang di lengkapi dgn kegiatan ritual spt yg di jelaskan pada artikel di atas dan kalau memang segenap kalangan masyarakat ada yg masih mempercayai kekuatan2 Ghaib /magic tersebut, itu hanya semata barang kali kepercayaan yg turun temurun .no problem selagi masih dalam bingkai kebudayaan dan tidak kontradiksi dengan Aqidak kita sebagai Muslim, dan tidak merusak keimannan kita kepada ALLAH.SWT.Toleransi memang perlu sebagai masyarakat yg berbudaya majemuk,Pluralis dll namun untuk mempercayai {air} dari hasil rangaian ritual yg konon katanya dapt membawa berbagai macam khasiat,berkah dll…ini dalah sebuah penyimpangan dalm Aqidah yg tak boleh untuk di wariskan pada generasi Anak cucu kita mendatang.

    Hapunten…

  4. Verawati Fajrin says:

    Dulu tuh di Kramat Jaka Tingkir kalau ada acara Muludan, wayang goleknya pasti Dalang Cengkling (nggak tau mengapa mesti dinamakan dalang cengkling atau karena ada musiknya yg berbungi “cengkling” yah???) he he he…….
    Tapi emang nggak ada duanya, pasti rame dan meriah. Dan ada kepercayaan, menurut masyarakat setempat (pedagang keliling setempat, misalnya tukang baso, bubur ayam dll) kalau jualan “masar” di acara tsb pasti dagangannya laris manis walaupun sebanyak apapun yg jualan. Entah siapa yang beli??
    (denger-denger juga, kadang kalau sudah lewat tengah malam, pembelinya suka aneh-aneh. Mulai dari penampilan, bau, cara bicara dll) Hiyyyy…….
    Entahlah…… yg jelas, setelah baca ini saya jadi kangen dengan Rawagede & Karamat Jaka Tingkir plus Muludan disana. Kapan yah…. bisa main-main lagi kesana? Posisi saya sekarang di Malang, tp masa kecil di Rawagede……

  5. epho says:

    siang kawan …..salam kenal dari epho

  6. grosse says:

    salah satu budaya bangsa yang mesti kita jaga dan lestarikan…

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>