Published On: Sat, Feb 27th, 2010

Monumen Rawagede, Perlu Lebih Dipromosikan

Monumen Perjuangan Karawang

Rawamerta (KarIn) – Jam telah menunjukan pukul 06:30 pagi, jalanan di depan  Monumen Rawagede dan sekitarnya pada hari minggu pagi itu masih lengang, belum ada kegiatan yang berarti. Angin sepoi-sepoi berhembus, cuaca pagi itu agak sedikit mendung. Sesekali tampak lalu-lalang para petani Rawagede menuju sawah yang kebetulan saat ini sedang musim panen.

Dengan semangat yang tinggi mereka berharap, panen tahun ini akan mendapatkan hasil yang bagus dan dengan harga jual yang tinggi.

Di pelataran Monumen Rawagede, tampak beberapa orang pedagang sedang mempersiapkan dagangan mereka. Mereka menata dagangannya diatas meja yang mereka siapkan dan bawa dari rumah masing-masing. Rata-rata, dagangan yang mereka jual adalah berupa makanan kecil dan minuman ringan. Tetapi ada juga yang jualan bubur ayam, bakso, juga gado-gado dan rujak ulek.

Mereka berharap, seperti hari minggu sebelumnya, hari Minggu ini akan banyak pengunjung berwisata ke Monumen Rawagede. Tentunya, semakin banyak pengunjung, semakin banyak pula kantong mereka terisi.

Masyarakat Rawagede (Balongsari sekarang) adalah masyarakat yang hidupnya bergantung dari pertanian, seperti pada umumnya warga Karawang pada umumnya. Mulai dari buruh tani sampai yang mempunyai sawah sendiri. Tetapi dengan adanya Monumen Rawagede, ada beberapa orang dari masyarakat Rawagede, terutama yang tinggal tidak jauh dari lokasi Monumen Rawagede, yang berubah menggantungkan hidupnya. Yang tadinya dari buruh tani yang hasilnya tidak seberapa, kini menjadi pedagang dan petugas di Monumen Rawagede.

Menurut informasi yang diterima dari pengurus Yayasan Sampurna Raga Rawagede, Tb Riwan Syahbudi SH atau Iwan biasa ia dipanggil,  sekitar kurang lebih Rp 800.000,- sampai dengan Rp 1.200.000,- tiap bulannya didapatkan dari pengunjung yang membayar Rp 1.000,- /pengunjung. Dari hasil tersebut, sejumlah 30% disetorkan ke Yayasan Sampurna Raga Rawagede dan sisanya untuk petugas yang jaga di Monumen Rawgede tersebut.

“Untuk sementara memang pengunjung datang dari sekitaran Kabupaten Karawang saja, belum nasional. Hal ini disebabkan mungkin salah satunya belum adanya promosi yang betul-betul serius. Makanya kami di Yayasan Sampurna Raga Rawagede saat ini sedang mencoba mencari segala cara untuk dapat mempromosikan Monumen Rawagede ini ke tingkat yang sifatnya lebih nasional. Kita juga bekerja sama dengan pihak Pemkab  Karawang dalam hal ini tentunya Dinas Pariwisata Kab. Karawang, untuk dapat menentukan langkah apa yang sekiranya bisa diambil untuk mempromosikan Monumen Rawagede ini,” lanjut Iwan.

Sejarah Pembantaian RakyatSeperti hari Minggu itu (21/2/2010) sekitar pukul 09.00 pagi, tampak ada sekitar 50 orang anak sekolah Tsanawiyah dari Rawamerta sedang mengadakan acara Napak Tilas Sejarah Rawagede dan Renungan Suci di area Monumen Rawagede. Dipandu oleh Sukarman HD selaku Pamong Kebudayaan Rawagede. Dengan tekun anak-anak sekolah tersebut mendengarkan penjelasan dari Sukarman HD tentang sejarah perjuangan Rawagede. Disisi lain, tampak pula beberapa mobil mulai berdatangan ke area parkir Monumen Rawagede.

“Sebenarnya kalau Monumen Rawagede ini dikelola dengan baik, saya pikir akan dapat mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkap Iwan.

Lalu ia pun menerangkan, dulu pada awal Monumen ini dibuka, hampir setiap hari Monumen Rawagede ini penuh dikunjungi pengunjung. Karena waktu itu, memang dikelola dengan baik. “Entah kenapa sekarang kurang dikelola dengan baik. Makanya, sekarang kami di Yayasan Sampurna Raga Rawagede akan coba kelola kembali untuk lebih baik lagi” terang Iwan lebih lanjut.

Perlu kita ketahui bersama, Monumen yang terletak di Kecamatan Rawamerta yang berjarak 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang ini dibuat untuk mengenang tewasnya 200 orang warga sipil dalam perang kemerdekaan pada masa penjajahan kolonial Belanda. Maka dari itu, di monumen ini para pengunjung dapat melihat sketsa atau miniatur para pejuang dan juga makam mereka yang terhampar disekitaran monumen.

Agus Kusmawan
*) Warga Karawang, tinggal di Dusun Rawagede,
Balongsari Rawamerta
Facebook : www.facebook.com/profile.php?id=1233171991

Silahkan Bergabung dengan Grup Facebook Dukung Monumen RAWAGEDE-Karawang-Jabar sebagai Tempat Wisata Sejarah Nasionalsebagai bentuk apresiasi dan dukungan Anda terhadap nilai sejarah dan perjuangan para pahlawan bangsa!

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Displaying 22 Comments
Have Your Say
  1. annita says:

    rengasdengklok merupakan pangkal perjuangan indonesia, saya berharap pihak pariwisata karawang bekerja sama langsung dengan pihak pariwisata pusat, karena di rengasdengklok ini memiliki andil besar dalam kemerdekaan indonesia 🙂

  2. eka says:

    RAWAGEDE, Sangat membutuhkan bantuan baik moril maupun materil mengingat janda-janda korban & ex pejuang masih hidup dibawah garis kemiskinan.
    Bantuan dari pemerintah Belanda yang digembor-gemborkan di berbagai Media dan oleh LSM KUKB dll sampai saat ini sepertinya masih belum jelas.

    Apakah birokrasi yang mempersulit itu semua? Siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini? Pengurus Yayasan, PEMDA, DEPLU,DEPDAGRI? Kita rakyat kecil tidak tau, tapi yang jelas semua ingin kejelasan & kenyataan. Bukan hanya katanya, mungkin dsb.

    Mohon kepada Pihak-pihak terkait untuk dapat bekerja dengan baik & maksimal dalam kasus ini?
    Untuk redaksi karawang info, mohon dipantau dan terus di update info Rawagede ini dengan melibatkan berbagia pihak sebagai nara sumber agar semua informasi mudah didapat dan bisa update.
    Terima kasih.

  3. wiedy says:

    Tragis sekali yah kalau saya baca cerita Tragedi Rawagede 9 Desember 1947. Rakyat sipil yang tidak tau apa-apa menjadi kekejaman serdadu pemerintah Belanda.
    Dan para janda juga ahli warisnya seharusnya mendapatkan ‘kempensasi’ atau apalah namanya untuk kelangsungan hidup mereka. Karena setau saya, daerah Rawagede adalah daerah pertanian dan mohon maaf hampir sebagian besar masyarakatnya belum sejahtera malah boleh dibilang masih miskin sampai saat ini. Dan terutama janda, bekas pejuang dan ahli warisnya yang sudah pada tua tetapi kehidupan mereka masih belum layak.
    Pernah membaca & mendengar dari berbagai sumber bahwa katanya ada bantuan dari Pemerintah Belanda untuk kesejahteraan masyarakat Rawagede dan sekitarnya, tetapi sepertinya belum ada kelanjutannya yah.
    Mohon KarIn coba cari tau tentang itu dan mohon diberitakan.
    Terima kasih. Ditunggu berita Rawagede selanjutnya.

  4. holib says:

    Kalau membaca Rawagede, saya jadi teringat cerita teman saya yang rumahnya berada di daerah tersebut.
    Menurut beliau, dulu Monumen Rawagede tsb di kelola oleh yayasan Rawagede tetapi sekarang kalau saya baca di atas koq sudah dikelola oleh lain yayasan yah? Yayasan Sampurna Raga Rawagede.
    Menurut teman saya juga, pada saat Yayasan Rawagede mengelola Monumen Rawagede tsb banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Mulai dari dana renovasi, sumbangan untuk ahli waris, pejuang yg masih hidup maupun janda-janda yg tidak sampai tp diselewengkan oleh orang yayasan tsb.
    Tugas KarIn untuk mencari tau berita tersebut, tetapi jangan sampai menimbulkan fitnah yah……
    Cari nara sumber yang berkompeten dan dapat dipercaya. maju terus KarIn, saya orang Karawang pasti ada dibelakangmu….. Berita-berita tentang Rawagede juga terus saya nantikan.

  5. erlin says:

    Monumen Rawagede, ingin sih melihat kesana. Tapi berhubung sekarang saya tinggal jauh sekali di luar Karawang, jadi agak repot juga yah.
    Sebagai orang Karawang, koq saya nggak tau & peduli dengan sejarah Karawang itu sendiri. Info tentang Monumen Rawagede nggak banyak yah?
    KarIn, tolong terus di beritakan tentang segala aspek yg ada hubungannya dengan Monumen Rawagede. Trims

  6. DADANG says:

    Kepada Dinas Pariwisata Kab. Karawang, mohon dukungan yang maksimal didalam mempromosikan keberadaan Monumen RAWAGEDE agar supaya bisa lebih dikenal lagi oleh seluruh lapisan masyarakat Karawang khususnya dan Indonesia umumnya lebih-lebih kalau mungkin mendunia.

    Kepada Pemda Kab.Karawang, mohon bantuan & kerjasamanya agar supaya kalau ada pihak-pihak yang mencoba membantu dalam berbagai hal untuk mensejahterakan masyarakat Rawagede & sekitarnya terutama para pejuang yang masih hidup, janda-janda dll agar segala tek-tek bengek birokrasinya dipermudah. KALAU SEMUA BISA MUDAH, KENAPA MESTI DIPERSULIT.

    Kepada pihak-pihak lain yang ingin membantu mempromosikan Monumen RAWAGEDE, supaya didukung penuh oleh kita semua untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.

    Kepada Redaksi Karawang Info, terus tetap konsistent dalam memajukan Karawang dan ditunggu berita-berita lainnya terutama tentang perkembangan dari RAWAGEDE ini.

    Hatur nuhun.

  7. aguzk says:

    Teman-teman semua,
    Terima kasih banyak atas komentar-komentar yang disampikan disini. Semoga pihak-pihak terkait akan lebih peduli dan bisa merealisasikan dalam waktu dekat.
    Untuk KarIn, terima kasih banyak atas dimuatnya tulisan saya ini. Tetap semangat & konsisten.
    Salam,
    Agus Kusmawan tea

  8. Moan Simanjuntak says:

    Tragedi Rawagede & Monumen Rawagede adalah 2 keterkaitan yg tidak dapat dipisahkan. Tragedi yang terjadi pada 4 Desember 1947 telah menghilangkan nyawa manusia yang tidak berdosa oleh kompeni Belanda sebanyak 200-an orang masyarakat Rawagede. Dengan tanpa adanya pengadilan dan penjelasan nyawa mereka direnggut paksa. Dan hanya menyisakan kepedihan & kesedihan bagi mereka yg ditinggalkan.
    Monumen Rawagede didirikan semata-mata hanyalah untuk mengenang bahwa ditempat tersebut telah terjadi Peristiwa Pelanggaran HAM tingkat tinggi. Pihak Belanda bertanggung jawab? Entahlah.
    Tetapi yang jelas, ada kabar bahwa Pihak Belanda di tahun ini akan memberikan santunan untuk mensejahterakan masyarakat Rawagede & sekitarnya melalui Kedubes mereka di Jkt.
    Dan menurut khabar juga, sampai saat ini dana tersebut belum juga turun/cair. Apakah yg terjadi? Birokrasi kita yang suka ajaib & aneh-aneh? Entahlah.
    Karawang Info, mohon dipantau segala kegiatan di Rawagede. Anda harus independent terus, jangan pernah mau berpihak kemana pun. Terima kasih

  9. denny says:

    RAWAGEDE & Monumen Rawagede pernah saya dengar & baca beritanya di beberapa koran dan saya sempat juga baca di Internet.
    Sepertinya menarik sekali, karena melibatkan pihak asing dalam hal ini Belanda didalamnya.
    Kalau saya ingin mengetahui lebih banyak tentang Rawagede tsb, kemanakah saya bisa bertanya dan mencari Informasinya. Karawang Info bisa membantu? Terima kasih banyak.

  10. JAJAT says:

    Para Pejuang RAWAGEDE yth:
    Maju terus berjuang, rapatkan barisan, dobrak & hancurkan birokrasi yang bertele-tele & tidak jelas. Masyarakat Rawagede butuh bukti bukan wacana atau janji doang.
    Wassalam,

  11. masbadar says:

    Siapa dalam hal ini yg lebih berkewajiban dan berkepentingan..?

  12. chevi says:

    Monumen Rawagede,
    Sejak dibuka tahun 1996 oleh Pak Jendral Hartono sampai sekarang belum ada kemajuan yang signifikan. Sepertinya diam di tempat. Kondisinya juga sekarang agak menghawatirkan, kurang terurus dengan baik. Banyak sekali semut hitam yang berkeliaran. Renovasi & perbaikan tidak berjalan dengan semestinya. Padahal menurut informasi yang saya dengar bahawa setiap 3 bulan sekali ada dana untuk pemeliharaan Monumen Rawagede tsb dari Pemda.
    Kemana tuh uang menguap??????
    Pihak terkait, bergeraklah untuk kebaikan bersama?????

  13. sewa mobil says:

    info yang menarik kawan
    aku jadi tertarik ingin kesana

  14. nyoman says:

    KarIn, cari tau keterlibatan KUKB dan Yayasan Rawagede didalam hal bentuk sumbangan dari berbagia pihak khususnya dari Belanda.
    Karena KUKB adalah satu yayasan di Belanda yg (katanya) terus berjuang untuk mencari simpati bagi korban Tragedi Rawagede dan untuk mendapatkan bantuan bagi Rawagede.
    Sementara, Yayasan rawagede adalah Yayasan yg dulu mengelola Monumen Rawagede dengan segala/berbagai masalahnya termasuk sumbangan & santunan.
    Apakah mereka betul2 melakukan hal tersebut & apakah hak-hak ahli waris sudah sampai dsb…

  15. […] Simak Juga (Klik) -> Monumen Rawagede, Perlu Lebih Dipromosikan […]

  16. putra says:

    saya sangat sedih mewakili anak rawagede asli melihat monumen ini sepi sunyi,.,.
    kurangya promosi,., dari semua kalangan terutama desa,kecamatan, dan pemerintah kab,karawang
    hayu atuh pak gancang urang rameken musium iye

  17. A.Rudyana,SH says:

    Bangsa Indonesia dipelosok seluruh negeri perlu merenungkan kembali,betapa sulitnya para pejuang baik komandan dan anggotanya merebut NKRI dan mengibarkan Merah Putih.Mari kembali menata negeri yang adil sejahtera demi masa depan anak-anak kita.Peristiwa Rawagede adalah deskripsi sejarah yang tertulis dan tak akan hilang.

  18. web designer says:

    Banyak orang Indonesia yang tidak tahu apa yang terjadi dengan tragedi di rawagede. Yaitu tragedi yang sangat memilukan yaitu terjadi banjir darah di daerah itu.

    Pada masa agresi militer oleh tentara Belanda telah terjadi Genocide, yaitu pemusnahan masal para laki-laki yang berumur 16 tahun ke atas. Hampir mencapai angka 400 laki2 telah direnggut paksa nyawanya hanya untuk memenuhi sebuah hawa nafsu amarah tentara belanda. Pada saat itu semua penduduk dikumpulkan dan di interogasi dan kemudian semua laki2 dipisahkan untuk di tembak mati.

    Sampai saat inipun pengakuan bersalah atas kejahatan kemanusiaan ini dari pemerintah Belanda belum juga usai.

    MARI JANGAN PERNAH KITA LUPAKAN SEBUAH TRAGEDI INI ATAS APA YANG TELAH DILAKUKAN OLEH ORANG-ORANG BIADAP TERSEBUT…

    TERUS KITA PERINGATI DAN KITA USARAKAN…!
    AGAR HAL BIADAP INI TIDAK TERULANG DIMANAPUN DIMUKA BUMI INI…….!

  19. Rikboy says:

    Kang Agus, minta koordinat monumen Rawagede (google earth/google maps)… nuhun.

  20. […] istri korban pembantaian yakni Nini Cawi (90 tahun) dan mendapatkan banyak cerita tentang sejarah Rawagede. Misi lain dari kunjungan ini adalah merupakan bentuk nyata dari dukungan Blogger Karawang dalam […]

  21. Marjaya says:

    Monumen Rawagede merupakan Bukti Sejarah Kelam Masyarakat Rawagede (Balongsari sekarang)khususnya dan Masyarakat Karawang sekeligus sepenggal cerita penderitaan Rakyat Indonesia di Jaman Penjajahan Belanda
    Pada masa agresi militer oleh tentara Belanda telah terjadi Genocide, yaitu pemusnahan masal para laki-laki yang berumur 16 tahun ke atas. Hampir mencapai angka 400 laki2 telah direnggut paksa nyawanya hanya untuk memenuhi sebuah hawa nafsu amarah tentara belanda. Pada saat itu semua penduduk dikumpulkan dan di interogasi dan kemudian semua laki2 dipisahkan untuk di tembak mati
    kejadian ini merupakan tragedi kemanusiaan (Pelanggaran HAM)terberat yang dilakukan Pemeritah Kolonial Belanda dimasa penjajahannya
    Dunia Barat selalu Mengangkat Permasalahan HAM untuk negara-negara Muslim nan Miskin (Termasuk Indonesia) tetapi mereka lupa akan suatu perbuatan yang mereka lakukan terhadap Negara-negara tersebut (Indonesia)mereka pantas di sebut Sebagai Negara Teroris masa Kolonialisme(Penjajahan) karena merampas Harta,Nyawa Bahkan Harga Diri Bangsa Indonesia (Pelanggaran Berat HAM) tapi sayang PBB di buat Mandul oleh Ke Dzoliman Negara-Negara Barat sebab PBB ada lahah Perserikatan Barat Barat) bukan Perserikatan Bangsa Bangsa jadi wajar Pelanggaran HAM itu hanya berlaku bagi Negara-Negara Muslim,Berkembang & Miskin.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>