Published On: Sun, Jan 24th, 2010

Kode Etik Jurnalistik Indonesia

Kode Etik ini bukan hanya bagi wartawan dan pekerja media, tapi penting juga untuk kita semua (masyarakat umum) untuk tahu kode etik ini, biar tahu mana wartawan yang beretika atau tidak. Kode Etik Jurnalistik Indonesia ini  ditetapkan di Jakarta, 14 Maret 2006 dan disepakati oleh 29 Organisasi Wartawan di Indonesia.

Berikut adalah organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers Indonesia yang menyepakati kode etik jurnalistik ini :

  1. Aliansi Jurnalis Independen (AJI);
  2. Aliansi Wartawan Independen (AWI);
  3. Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI);
  4. Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI);
  5. Asosiasi Wartawan Kota (AWK);
  6. Federasi Serikat Pewarta;
  7. Gabungan Wartawan Indonesia (GWI);
  8. Himpunan Penulis dan Wartawan Indonesia (HIPWI);
  9. Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI);
  10. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI);
  11. Ikatan Jurnalis Penegak Harkat dan Martabat Bangsa (IJAP HAMBA);
  12. Ikatan Pers dan Penulis Indonesia (IPPI);
  13. Kesatuan Wartawan Demokrasi Indonesia (KEWADI);
  14. Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI);
  15. Komite Wartawan Indonesia (KWI);
  16. Komite Nasional Wartawan Indonesia (KOMNAS-WI);
  17. Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia (KOWAPPI);
  18. Korp Wartawan Republik Indonesia (KOWRI);
  19. Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI);
  20. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI);
  21. Persatuan Wartawan Pelacak Indonesia (PEWARPI);
  22. Persatuan Wartawan Reaksi Cepat Pelacak Kasus (PWRCPK);
  23. Persatuan Wartawan Independen Reformasi Indonesia (PWIRI);
  24. Perkumpulan Jurnalis Nasrani Indonesia (PJNI);
  25. Persatuan Wartawan Nasional Indonesia (PWNI);
  26. Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat;
  27. Serikat Pers Reformasi Nasional (SEPERNAS);
  28. Serikat Wartawan Indonesia (SWI);
  29. Serikat Wartawan Independen Indonesia (SWII);

Silahkan download Kode Etik  Jurnalistik ini melalui link :

Download Kode Etik  Jurnalistik

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Displaying 2 Comments
Have Your Say
  1. RPH.Whimbo Pitoyo SH,MBA ( Advokat ) says:

    Kegelisahan saya sebagai warga yang tinggal di Karawang, tentang management pengelolaan parkir, sangat rawan kebocoran, karena ditarik oleh para preman-preman jalanan dan disetor dengan system setoran, bukan didasarkan dari karcis yang syah yang dikeluarkan Dinas Pendapatan daerah. lalu bagaimana pengawasan keuangan yang dikutip dari rakyat. Dapat dilihat dilapangan tidak ada titik-titik kosong yang tidak dijaga para juru parkir liar di daerah Karawang. Berapa puluh juta setiap hari yang menguap tanpa pengawasan. Sudah waktunya Bawasda atau Inspektorat daerah mengawasi pengelola parkir di Wilayah Karawang, sehingga rakyat merasa lega karena dana parkir dimanfaatkan untuk pembangunan Karawang, bukan cuma masuk ke kantong-kantong oknum untuk kepentingan pribadi.

  2. Qadar says:

    Bersama kita torehkan sejarah lewat pena

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>