Media Online Warga karawang

Kisah Kecil 9 Desember 2009

10th Dec, 2009 | Penulis: Redaksi KarIn | Rubrik: Opini Warga

Oleh : Dadang Kusnandar

Ribuan masa berkumpul di Tugu Monas Jakarta lalu bergerak ke Istana Negara, Kantor Wakil Presiden, DPR, dan KPK. Sejak beberapa hari belakangan ini, persiapan unjuk rasa Hari Anti Korupsi se-Dunia dirancang. Tokoh nasional terlibat, bahkan ikut berdemo dan berorasi dari atap mobil. Lagu Indonesia Pusaka mengiringi pembacaan Piagam Indonesia Bersih 2009. Pentas treatrikal Teater Trotoar, bakar ban, bakar foto Wapres Budiono dan Menkeu Sri Mulyani berlangsung damai di Jakarta.

Makassar rusuh. Puluhan demonstran melempari toko KFC dan merusak 4 mobil pengunjung restoran di Jalan Sam Ratulangi, juga ada bentrokan massa dengan polisi karena memaksa minta tanda tangan Gubernur Sulsel yang tidak ada di tempat. Presiden SBY pun saat aksi demo berlangsung ada di Denpasar.

Di Mataram dan Ambon demo juga rusuh. Massa melakukan unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi menuntut penyelesaian kasus lokal. Di Mataram NTB kasus PDAM, di Ambon soal dantuan bencana alam. Kabarnya demo di Medan juga rusuh.

Saya mendapat sms dari Redpel Koran Mitra Dialog Cirebon, akumulasi kemarahan massa pada hari ini menjadi pemicu tindak anarkis, bahkan ditindak dengan hukuman gantung atau tembak mati bagi koruptor di Lapangan Banteng atau Tugu Monas pun tak akan menghentikan perilaku korupsi.

Pelukis Bali mengirim pesan pendek, kalau tak bisa atasi massa dan menimbulkan anarki, jangan demo ~tulisnya menanggapi kerusuhan Makassar.

Dari Karawang ada pesan pendek, Ia geram bahkan muak melihat demonstrasi hari ini yang rusuh di Makassar. Mahasiswa Fikom Unisba itu mendukung polisi menangkap perusuh dan memberi spirit kepada demonstran agar tidak anarkis.

Uniknya, di Surabaya dua pendemo di Gedung Grahadi adu jotos dan baru berhenti setelah dilerai polisi. Unjuk rasa pun diarahkan ke Kejati Jatim yang secara bersamaan meresmikan pembukaan Kantin Kejujuran. Maksudnya agar para hakim yang bertugas di Jawa Timur jujur saat bertugas.

Akar persoalaannya terletak pada kita sebagai anak bangsa. Mampukah esok, lusa, dan seterusnya berlaku jujur mengedepankan nurani.

*) Anggota Lingkaran Dialog Kebudayaan, Tinggal di Cirebon
www.dakusnandar.multiply.com

Info Lainnya

Bookmark and Share

  • Tags: , , , , , , , , ,

    Dapatkan Kiriman Artikel Karawang Info Terbaru Langsung Ke Email Anda (Gratis) - Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah (Enter your email address) :

    Delivered by FeedBurner

    2 Komentar
    Tinggalkan Komentar »

    1. sungguh ironis sekali nasib bangsa Indonesia, bangsa Besar dengan rakyat yang terkenal akan keramahannya sekarang sedang menghadapi ujian yang cenderung bersifat moralitas semata. Bila saja kita mau duduk bersama didasari atas kepentingan kebenaran itu sendiri mungkin persoalannya tidaklah serumit yang kita bayangkan. Apapu juga namanya baik itu demo atau apapun sudah seharusnya Pemerintah sbg penyelenggara negara intropeksi dan memberikan perhatian lebih guna mencari tahu sebenarnya “WHAT’s WRONG ???” itu substansi (dan bukan fokus membahas demo yang berujung pada anarkis), untuk selanjutnya “MEMPERBAIKI DIRI”. Karena bukankah jabatan itu AMANAH ? dan bukankah penyelenggaraan NEGARA yang bersih serta transparan akan meminimalkan demo2 bahkan akan memperoleh simpati dari rakyat ???
      bte a nice posting
      Salam

    2. semoga ini dapat menjadikan pelajarann buat semua lapisann masyarakat indonesia

    Tinggalkan Komentar