Refleksi dan Evaluasi di Hari Anti Korupsi Internasional
9th Dec, 2009 | Penulis: Deni Andriana | Rubrik: Opini WargaOleh : Deni Andriana
Tanggal 9 Desember ditetapkan sebagai hari anti korupsi internasional. Hal ini berdasarkan kesepakatan 133 negara dalam Konvensi Anti Korupsi PBB (United Nation Convention Againts Corruption) di Merida, Meksiko pada 9 Desember 2003 silam. Berdasarkan kesepatan itulah, hingga kini setiap 9 Desember masyarakat diberbagai penjuru dunia memperingatinya dengan cara yang beragam, tidak terkecuali di Indonesia. Pada peringatan tahun 2009 ini misalnya, rencana demonstrasi besar-besaran yang dipusatkan di Ibukota Jakarta menjadi perbincangan tersendiri sejak jauh hari. Sampai tulisan ini dirilis (pagi 9 Desember 2009), gelombang massa yang akan memperingati hari anti korupsi ini sedang berlangsung menuju lokasi-lokasi stategis seperti Monas di Jakarta dan bebagai tempat lainnya.
Mencoba membuka kembali catatan sejarah, mari kita ingat kembali Reformasi 1998 yang berpretsasi dalam melengserkan Presiden Soeharto dan Rezim Orde Baru dari kekuasaannya. Bisa dibilang, Reformasi 1998 merupakan tonggak awal gerakan anti korupsi di Indonesia dalam skala besar. Bagaimana tidak, gerakan ini telah membuat Orde Baru yang disinyalir melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam periode kekuasaanya selama 30 tahun lebih lengser dengan paksa.
Setelah reformasi? Apakah KKN benar-benar terbumi hanguskan? Jawabannya : TIDAK. KKN tetap ada, bahkan tumbuh subur. Namun, setidaknya pasca reformasi tindakan-tindakan konkret pemberantasan KKN pun juga tak kalah gencarnya. Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi momok tersendiri bagi para koruptor dan calon koruptor di negeri ini. Hal ini, didukung juga dengan adanya perbaikan secara bertahap di internal POLRIdan Kejaksaan, ditambah dengan pengawalan ekstra ketat oleh media massa dengan kebebasan persnya, serta peran sejumlah LSM, Ormas dan gerakan mahasiswa serta masyarakat lainnya.
Rohmat Sarman dalam artikelnya “KKN Ibarat Gerak Bandul Jam“ (Karawang Info : 22 Oktober 2008), menyebut bahwa wacana KKN yang menguat hari ini dan hari-hari sebelumnya merupakan krisis moralitas (morality crisis) dan krisis keagamaan (spiritual crisis) bangsa Indonesia yang bisa jadi mengena pada bangsa lainnya. Menurutnya ,titik yang paling kronis adalah berkembang biaknya korupsi di kalangan elite pejabat publik.
“Logika gerak bandul jam dapat kita pakai untuk menggambarkan prilaku a-moral elit sangat berbahaya. Titik pusat gerakan jam diibaratkan prilaku kelompok elit, batang jarum dan bandulnya merupakan prilaku kelompok menengah dan bawah. KKN bukan gerakan kelompok elit saja. KKN adalah bagian dari prilaku manusia,” tulis salah satu perintis Karawang Info ini.
Ya, krisis moral dan krisis spritual memang menjadi penyebab semakin tumbuhnya suburnya korupsi. Lebih tepatnya budaya korupsi. Sayangnya, paradigma pemberantasan korupsi selalu terjebak pada ‘ukuran’ statistik. Kita, dengan mudah mengatakan bahwa pejabat yang mengambil uang negara itu koruptor, tapi kita terkadang sulit menyadari kalau kita bolos kerja, bolos sekolah adalah juga merupakan salah satu perilaku korupsi. Begitupun dengan cara kita memperingati hari anti korupsi misalnya, apakah semata-mata harus melakukan kritik orang lain? Tentunya sikap ini keliru ketika kita sepakati bahwa korupsi adalah budaya.
Korupsi Telah Membudaya, Hentikan Membudayakan Korupsi
Untuk meruntuhkan sebuah budaya maka kita harus membedah terlebih dahulu budaya tersebut. Setidaknya, dalam budaya ada tiga wujud, diantaranya budaya dalam wujud ide (gagasan), budaya dalam wujud perilaku (tindakan) dan budaya dalam wujud benda (produk). Maka dari itu, 3 wujud ini terkait dengan budaya korupsi mesti ditelanjangi dan disikapi secara komprehensif. Misalnya, ide korupsi yang lahir dan diakibatkan dari mewabahnya kemiskinan ekonomi, moral dan spritual maka pengentasan kemiskinan multi dimensi inilah yang terlebih dahulu atau secara sejalan diatasi. Begitupun (perilaku) korupsi baik secara individu, berkelompok, diam-diam, secara terbuka dan sejenisnya pun perlu diputus mata rantainya. Terakhir, bukti-bukti temuan korupsi (produk) yang sudan ada mesti ditindak dan diproses secara hukum dengan tegas dan tanpa pandang bulu.
Korupsi sebagai budaya harus ditinggalkan. Sebagaimana sebuah kebudayaan akan runtuh ketika ditinggalkan oleh penganutnya. Maka menjaga diri pada hal-hal yang akan mengarah ke tindakan korupsi mesti dilakukan. Misalnya, kebiasaan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bermain Facebook disaat jam kerja harus ditindak tegas. Perilaku-perilaku kecil inilah yang jika terus dipelihara maka akan membentuk mental korupsi dalam lingkup lebih luas. Karena, perilaku seperti itu harus disadari masuk dalam kategori korupsi waktu dan penyimpangan tugas. Begitupun dengan perilaku-perilaku lainnya yang bisa jadi kita lihat dilingkungan terdekat kita, atau bahkan kita alami dan perbuat sendiri.
Sadar atau tidak sadar, setiap saat dan kesempatan banyak perilaku korupsi dan KKN yang bisa kita temui. Setuju atau tidak setuju, korupsi minimal dalam skala kecil dekat dengan kita. Maka dari itu, ditangan kita semualah budaya korupsi itu bisa kita runtuhkan atau malah terus terpelihara!
*) Warga Karawang,
Editor Karawang Info





saya setuju broww…. memang bangsa indonesia juga harus… evaluasi dirii darii diri sendiri.. dan kita juga harus mensupport bapak presiden tadi malem tentang mafia korupsi
belum begitu mengerti ttg kasus century, tapi yang pasti kebenaran akan terungkap dan sandiwara politik itu akan habis….
apakah berdampak positif atau akan melahirkan kasus2 korupsi lalinya…INsya Allah negeri ini semakin dewasa karena itu semua,
Amin y Allah…
Salam Anti-Korupsi….!!!
Amit2 dah korupsi udh membudaya, hrsnya budaya itu suatu yg disepakati bersama, isinya mengenai hal-hal yang dianggap indah….
najis kalo korupsidisebut budaya, tt aja sy nyebutnya kriminal… khususnya korup yg menyengsarakan rakyat…
btw nice posting gan…. ^^
salam sahabat maaf
telat biz sibuk banget ehm artikel yang seru saya membacanya sampai nyengir he..he…susah juga ya berantas koruptor
thnxs n good luck
BERANTAS KORUPSI SAMPAI HABIS!!!!…..
Hidup Rakyat lah
Berantaaaaaaassssssssss
oooiya hari ni hari korupsi ……
Korupsi sudah menjadi budaya di negeri kita ini……..entah sampai kapan akan berakhir…..????who knows??
Korupsi harus di berangus sampe ke akar2′nya..Sudah saatnya budaya malu di negeri ini di galakkan.Say no to corruption!!
Perlunya pendidikan anti korupsi saya rasa harus dilakukan terutama pad agenerasi muda kita. Dari korupsi yang sifatnya sederhana sampai korupsi yang sifatnya komplek.
kyknya 1 generasi hrs di pensiunkan neh…yah kira2 umur2 50th ke atas lah…soalnya mereka2 ini produk orba jg khan yg udah punya jaringan luas (koloninya dh byk..hehehehe), jd di pensiunkan aj biar generasi di bwhnya yg berperan, klo msh korup jg, pensiunin lg ganti dgn generasi di bwhnya lg…klo msh korup jg y tutup aj neh negara…soalnya gw ga yakin generasi di bwhnya lg bisa bersih dr korup coz yg ngedidik generasi di atasnya yg jg generasi korup…hahahaha. lieeeuuuurrrrr
kerrenn kawan… good info
Kalau aku punya ide yang rada sadis. Yang terbukti korupsi seharusnya dihukum mati.. Ditembak atau digantung… Pasti para koruptor bakal mikir 1000x kalo mau korupsi…. Kita yang susah payah bayar pajak eh dia malah seenaknya nyomot uang kita…. Semoga para koruptor masuk neraka paling jahanam….. Eh bukan neraka jahanam ding, tu masih kurang…… Neraka jahanam masih harus digali lagi buat ngubur para koruptor Indonesia.
Yang bikin saya heran kenapa banyak pejabat yang melakukan korupsi (walau tidak semua, bagi yang merasa korupsi jangan tersinggung)? Bukankah gaji mereka sudah banyak? Kehidupan Sudah terjamin? Perusahaan di mana-mana? memang kalau kita mengikuti hawa nafsu gak bakal habis. Sekarang ingin 10, setelah dapt 10 ingin 100, setelah itu ingin dapat 1000, terus dan terus dan gak bakalan habis.
Ada ceramah ustad yang menarik saya, dia bilang seperti ini “Sekarang itu setan dan jin sudah pensiun dari pekerjan mereka!”. Setan dan jin kok pensiun? Pertama mendengar agak bingun juga. Setelah itu ustad melanjutkan ceramahnya “Karena pekerjaan mereka sudah ada yang menggantikan, yaitu manusia sendiri. Sekarang banyak manusia yang melakukan perbuatan setan sehingan setan tidak lagi kebagian pekerjaan”. Eit tapi itu hanya lelucon saja yang makudnya mengibaratkan bahwa perbuatan manusia memang sudah banyak yang menyimpang. Ya walaupun kalau dipikir-pikir memang benar.
Satu lagi saran saya, seharusnya ada pendidikan moral untuk para pejabat. Jadi mereka tidak hanya intelektulnya yang tinggi, tetapi juga memiliki moral yang sehat dan berkualitas. Sehingga para pejabat dapat mengenban amanat rakyat dengan baik dan benar.
Saya juga punya pertanyaan. Sebenarnta pejabat yang melayani rakyat atau rakyat yang melayani pejabat? Bagi yang tahu tolong dijawab. Dan jangan lupa hari ini kita merayakan haru anti korupsi sedunia.
Pertama, pola pendidikan yang secara tidak sadar menjerumuskan para generasi muda kita harus mulai di terapkan misalnya menyontek adalah perbuatan korupsi level terdini. Ini perlu sebuah sosialisasi yang berkelanjutan.Kedua, untuk memberants korupsi sampe akar-akarnya saya memilih opsi kedua yaitu REVOLUSI jangan reformasi. Pembersihan total kroni teratas sampe terbawah. Bentuk komite nasional untuk menembatani itu. Kita muali dari NOL.
Korupsi???? pusinglah mikirin korupsi……. masuk PNS aja masih nyogok. Gimana mau ga ada korupsi????
setuju berantas korupsi, gunakan hari pemberantasan korupsi sedunia sbg Spirit dalam pembenahan praktek2 korupsi serta lembaga hukum yg ada. thanks
@ All : Terimakasih tanggapannya.. Mari kita mulai dan lakukan dari lingkungan kita masing2 dan tidak hanya saat peringatan 9 Desember aja
Sayangnya, ulah oknum2 demonstran di Makassar siang tadi yang melempari KFC, merusak mobil pengunjung dan melempari polisi telah mencoreng aksi dan semangat kawan2 lainnya hari ini.
Go ! , IndonesiaKu, Bersihkan Diri Mu Dari Jenis Tidak Korupsi Apa Pun, Dan Berantas Terus Korupsi Di Negeri Kita yang tercinta Ini, Selamat Hari Jadi Mu !…..
bersihkan diri sendiri dari korupsi..baru ngurusin yang persoalan korupsi lain. setiap orang pasti pernah korupsi. baik materi, kesempatan maupun korupsi waktu..
Korupsi… korupsi… korupsi…! Sudah menjadi lagu basi d negara kita. Entah kapan Indonesia akan benar2 bersih dari yang namanya korupsi… Gerakan anti korupsi tlah membludak di mana2. tp tetap belum mampu mengalahkan jiwa2 sang koruptor yang terkadang tak menyadari bahwa dirinya adalah bagian dr para koruptor tersebut…
adakah cara paling ampuh untuk menumpaskannya…??? bertanyalah pada diri kita sendiri. sudahkah kita benar2 terbebas dari hal2 yg berbau korupsi ??? sekecil apapun ! Jika 90% dr kita mampu menyadarinya, insya’Allah indonesia akan kembali maju tanpa adanya korupsi yg mengusik batin….. ^_^
[...] Kantor Wakil Presiden, DPR, dan KPK. Sejak beberapa hari belakangan ini, persiapan unjuk rasa Hari Anti Korupsi se-Dunia dirancang. Tokoh nasional terlibat, bahkan ikut berdemo dan berorasi dari atap mobil. Lagu [...]
semoga di hari anti korupsi membuka semua mata pejabat, uang negara buat membangun dan membantu rakyat, bukan buat kepentingan diri sendiri
Korupsi? No Way!!!!!!!
semoga hari anti korupsi bukanlah sekedar simbol atau peringatan semata…tapi diharapkan semua para elit politis, pemerintahan dan sebagainya menanamkan sikap antikorupsi di hati dan pikirannya untuk kemajuan bangsa ini… amiiiin ….
duit korupsi g barokah….wkwkwkwk
asww…..Kalo bicara soal KORUPSI sebenarnya konteksnya kecil….Pejabat korupsi misalnya 10 M….apa uang tsb bisa kembali lagi?masih mungkin bisa kembali…Tapi coba renungkan kerugian yang diakibatkan KEBIJAKAN PEMBERIAN IJIN ….misalnya ijin IMB ,Ijin Lokasi di lokasi atau kawasan yang dilarang u membangun …yang dikeluarkan oleh PEMDA ….kerugiannya adalah dampak lingkungan mis…Banjir dsb…LEBIH HEBAT KERUGIANNYA…..apa bisa diganti?dibandingkan korupsi….Jadi HARUS DIBERANTAS JUGA MAFIA PERIJINAN….setuju ga sahabat…
GANTUNG KORUPTOR SAMPAI KERING
orang yang melakukan korupsi itu bodoh, membodohi dirinya sendiri, mendzolimi dirinya sendiri, merendahkan martabatnya sendiri mengorbankan dirinya sendiri untuk masuk neraka jahanam, cuman ……. korupsi itu seni, seni bagi yang menekuni keahliannya, jadi seni bisa mempunyai nilai jual tinggi dan malah sebaliknya. Maka saya mengharap kepada sang koruptor jadikan seni korupsi untuk mensejahterakan masyarakat bangsa dan negara dan saya berharap kepada wakil rakyat untuk membuat tata cara korupsi yang benar korupsi yang mempunyai nilai jual tinggi, agar hasilnya bisa dikontribusikan kepada masyarakat bangsa dan negara. kan nggak salah kalau korupsi untuk kesejahteraan warga bangsa ?
[...] dan menarik hadir di bumi pertiwi. Ledakan bom, kenaikan harga, tertangkapnya sejumlah pelaku korupsi, kerusuhan, pemilihan anggota legislatif, pemilihan presiden, bencana alam, kebebasan berpendapat, [...]