Busana Muslim Untuk Seremoni
25th Nov, 2009 | Penulis: Deni Andriana | Rubrik: Renungan
Busana muslim atau baju muslim seakan ‘sudah menjadi barang wajib’ untuk dikenakan di hari raya keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha khususnya di Indonesia. Hal ini, bisa dilihat dari mereka yang sehari-harinya tidak berbusana muslim mendadak mengenakannya. Bahkan, tidak sedikit dan seakan telah menjadi tradisi membeli baju muslim terbaru menjelang hari raya adalah sesuatu yang seakan sudah menjadi keharusan.
Sebelumnya, mari kita pahami apa dan seperti apa yang dimaksud dengan busana muslim atau baju muslim ini. Berdasarkan penjelasan yang dikutip dari buku Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah fil Kitabi wa Sunnah (Syaikh Al Albany), beberapa syarat yang wajib dipenuhi agar dapat berbusana harmonis dan tentunya syar’i, diantaranya adalah : (1) Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan Syarat; (2) Bukan berfungsi sebagai perhiasan; (3) Tidak tembus pandang; (4) Tidak ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuh; (5) Tidak menyerupai pakaian laki-laki; (6) Tidak menyerupai pakaian ‘khas’ orang kafir atau orang fasik; (7) Memakai busana bukan untuk mencari popularitas.
Bagaimana di Karawang? Pemakaian busana muslim juga identik dengan momen seperti lebaran atau hari raya. Menjelang hari raya masyarakat sibuk mempersiapkan aneka busana. Lebaran baju baru – itu istilahnya. Hal ini bisa dilihat saat lebaran Idul Fitri beberapa bulan yang lalu. Bagaimana pada lebaran Idul Adha besok? Geliatnya cenderung normal-normal saja. Rata-rata beralasan, “kan masih ada baju lebaran Idul Fitri kemarin, jadi masih baru ini!”
Baju baru saat lebaran sudah menjadi budaya yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Walaupun banyak himbauan agar masyarakat tidak memaksakan diri untuk membeli baju baru, namun budaya yang sudah terbentuk sejak lama lebih kuat dibanding himbauan tersebut.
Diantara aneka jenis baju saat lebaran, baju muslim adalah jenis yang memiliki tempat tersendiri ditengah masyarakat. Terutama saat menjalankan Shalat Ied baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha. Lalu, setelah momen Idul fFtri dan Idul Adha berlalu, semua kembali pada busananya masing-masing. Yang terbiasa dengan busana muslim, cenderung tidak berubah. Sedangkan, yang awalnya berbusana ‘biasa’ kemungkinan besar melepas busana muslimnya dan menunggu momen keagamaan lainnya untuk mengenakannya kembali.
Ironis? Tentu saja semua kembali pada pribadi masing-masing. Setidaknya, dalam tulisan ini KarIn hanya mengingatkan bahwa busana muslim atau baju muslim di masyarakat kita sangat erat kaitannya dengan sebuah seremoni, sebuah ritual dan terkait dengan sebuah momen tertentu. Sedangkan esensi atau nilai-nilainya? Jawabannya, ada pada diri kita masing-masing.
Sumber Foto : www.butikaqilla.com
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430 H
BAGI YANG MERAYAKANNYA





good info
benar sekali, kembali ke pribadi masing-masing, syukur sesuai kaidah agama.
Indahnya wanita berbusana muslim
baju muslim diindonesia bagus2 semua. nice post
Desain baju muslimnya bagus
bagus2 produk nya buuu…
[...] ini adalah berbagai model busana muslim yang ditampilkan dalam peragaan busana tersebut yang bisa anda jadikan rujukan untuk Model Busana [...]