Media Online Warga karawang

Emak Ingin Naik Haji

25th Nov, 2009 | Penulis: Redaksi KarIn | Rubrik: Resensi

Oleh : Ima S. Priadi

————————————————————–
Judul buku   : Emak Ingin Naik Haji
Penulis          : Asma Nadia
Penerbit        : Asma Nadia Publishing House
Tebal              : 210 halaman
————————————————————–

Emak Ingin Naik HajiSatu lagi buku fiksi yang layak diacungi dua jempol, Emak Ingin Naik Haji, dari seorang Asma Nadia. Ceritanya begitu tajam, lugas, menukik, menggemaskan, dan satu lagi : indah. Tak sabar rasanya waktu saya membeli buku ini secara online. (Tahu sendiri kan kalau beli online itu luama prosesnya ?) – Oh ya, buku berjumlah 210 halaman ini dilengkapi dengan beberapa adegan film dari fiksi utama buku ini yaitu Emak Ingin Naik Haji (EINH) yang filmnya sudah beredar sejak 12 November 2009 kemarin.

Ada 12 kisah fiksi dalam buku EINH ini dan rata-rata akhir ceritanya adalah kepiluan dan kesedihan. Kalau hati sedang agak sensi alias agak mellow, tentulah beberapa cerita EINH ini akan membuat aliran anak sungai yang berderai-derai. Ayo kita mulai!

Diawali oleh cerita tragis tentang impian seorang Zein hingga kisah cinta sejati seorang Nania, sakit hati seorang Senja atas kenaifan cinta seorang Fajar, kehilangan seorang Cut Rani, ketidak berdayaan seorang Rara untuk memiliki sebuah jendela, kepiluan seorang istri yang dikhianati berkali-kali oleh sang suami, tragedi kehilangan keluarga tercinta karena bah tsunami yang begitu memilukan, bahkan tentang sebuah cinta yang tak bertepi dalam surat-surat yang tak dikenal. Arggggghhhhh… Begitu banyak kisah sedu sedan dalam buku EINH ini, seperti sebuah lokomotif berantai dari sebuah masinis bernama kepiluan seorang Emak Ingin Naik Haji.

Buku ketiga yang diterbitkan oleh AsmaNadia Publishing House ini lebih banyak bercerita tentang hidup yang kurang beruntung dan tidak selamanya indah. Begitu mesranya kepahitan hidup menyelimuti setiap tokoh-tokoh fiksi ini. Mungkin sang penulis ingin menumbuhkan empati kita terhadap sesama dan itu berhasil. Sang penulis juga ingin mengajak kita untuk lebih bersyukur atas semua nikmat dan karunia yang Allah berikan dan itu sukses. Hanya saja, tidak bisakah diselipkan satu dua buah cerita yang dengan kisah bahagia pun yang namanya empati dan syukur itu tetap bisa kita gelorakan? Sehingga, dalam buku ini bukan hanya ada episode kesedihan semata, melainkan juga ada air mata kebahagiaan penawar duka lara.

Mengambil perbandingan dengan Cinta di Ujung Sajadah dengan penulis yang sama, buku EINH ini lebih kaya emosi. Dengan gaya bahasa yang nyaris sempurna, bahasanya-pun lebih kaya rasa dan indah luar biasa. Kerancuan bahasa nyaris tidak ada dan penulis jeli membuat buku ini tidak terganggu dengan tata bahasa yang aneh. Alur ceritanya variatif dan berhasil membuat pembaca menebak-nebak bagaimana kisah ini akan berakhir. Penulis berhasil menyedot pembacanya untuk terus menerus menyelesaikan buku ini dengan cepat. Pokoknya mah, mantabbbb dah! Keren abis!

Dengan membaca buku EINH ini, ada banyak hikmah yang bisa kita petik. Selain mampu meningkatkan sensitifitas kita terhadap kaum yang kurang berpunya, buku ini juga banyak membangkitkan empati kita terhadap sesama. Tentu pesan yang ingin disampaikan adalah bukan hanya sekedar naiknya sensitifitas dan empati kita terhadap sesama, tapi perlunya sebuah gerakan untuk berbuat dan bergerak menolong sesama, sebanyak yang kita mampu.

Satu lagi, seluruh keuntungan atau royalti dari buku ini sepenuhnya akan disalurkan untuk membantu memenuhi mimpi ke tanah suci bagi saleh dan salehah yang kurang mampu. Membeli buku ini berarti bersama-sama membantu mewujudkan mimpi mereka. Subhanallah… ayo kita dukung. Sukses terus Bunda Asma !! I Love you !!

*) Warga Karawang, Bekerja Sebagai Karyawati Swasta
Tinggal di Karawang Barat – www.irum4s4n.blogsome.com

Info Lainnya

Bookmark and Share

  • Tags: , , , , , , ,

    Dapatkan Kiriman Artikel Karawang Info Terbaru Langsung Ke Email Anda (Gratis) - Masukan Alamat Email Anda Pada Kolom di Bawah (Enter your email address) :

    Delivered by FeedBurner

    Tinggalkan Komentar