Karawang Fun Bike 2009 (Catatan Peserta)
20th Nov, 2009 | Penulis: Redaksi KarIn | Rubrik: Opini WargaOleh : Prama Aditya Sobari
Pertama kali dengar Fun Bike ini ketika saya iseng buka site www.sepedaku.com, ada acara fun bike dengan jarak tempuh 50 Km. Sempat bertanya pada diri sendiri, apakah saya mampu menempuh jarak sejauh itu? Tapi keinginan saya untuk mengikuti fun bike untuk menjajal kekuatan saya bersepeda dan kemampuan Dahon Eco 3 begitu kuat, sehingga ketika saya berkunjung ke Toko Sepeda Dukuh di Karawang dan disodorkan formulir pendaftaran, saya langsung mengisi formulir tersebut dan menerima topi dan kaos tanda kepersertaan saya dalam sepeda santai ini.
Terus terang Event Fun bike selalu membawa saya kembali ke masa lalu. Ke jaman SMA dimana saya pernah berpasangan dengan seorang gadis menyusuri Kota Bandung bersamanya pada acara Fun Bike yang diselenggaran oleh SMA kami. Kebetulan, tanggl 15 November itu, sang gadis (ibu ibu ayeuna mah) ulang tahun. Yah ikut merayakan ulang tahunnya dengan cara yang lain.
Hari sabtu pagi (14 November), saya gowes sepeda saya menuju Rodalink Cikarang, sekalian latihan gowes, saya hendak servis sepeda saya sekalian beli cyclo wireless berwarna merah, senada dengan warna sepeda saya. Mas Sukardi dari Rodalink Cikarang melayani dengan baik, setelah pemasangan Cyclo, dia menset jari jari ban saya, lalu menset gigi sepeda karena keluhan saya yang merasakan bunyi kurang enak ketika pemakaian di gigi 2.
Jarak antara Deltamas dan Rodalink Cikarang adalah 31 km… hmmm… lumayan untuk latihan besok di Karawang. sekedar catatan waktu saya kemarin ke bandung, saya sempat membeli air minum yang ditaruh dalam tas dan diberi selang cuma kelihatannya lubangnya tidak begitu besar karena ketika saya sedot, airnya tidak begitu banyak yang keluar, sehingga saya harus membuat lubang baru pas sampe nanti lalu cyclo wireless agak kurang berfungsi, tiba tiba penujuk kecepatan menujuk ke zero padahal saya lagi kebut kenceng.
Hari minggunya tanggal 15 November, saya bangun jam 5 subuh, setelah sholat subuh, saya pun segera bersiap. Tapi, karena tidur agak larut malam, saya pun mempersiapkan dengan sedikit mengantuk. Tetapi, baru saya sadari bahwa saya lupa bikin lubang untuk saluran minum saya, karena terburu-buru saya memutuskan tidak membawa peralatan minum itu dan menggantinya dengan botol minuman sepeda biasa, karena Dahon Eco 3 saya tidak bisa membawa peralatan minum, saya taruh minuman ini ke dalam tas punggung.
Saya lipat sepeda dan taruh ke bagian belakang, saya pamit kepada istri, ngebutlah saya ke Karang Pawitan, tempat kumpul sepeda santai itu, sampe 10 menit sebelum jam 06.00, jam pertemuan yang ditentukan panitia. Langsung saya buka lipatan sepeda dan gowes ke tempat pertemuan. Disana rupanya sudah mengumpul para peserta, dibuka oleh sambutan Bupati Karawang Bpk Dadang S Mochtar, dan dilepas oleh beliau maka meluncur lah kami untuk memulai petualangan di hari minggu ini.
Dilepas oleh Bupati Karawang yang terus meneriakan “musik jalan terus”, kami gowes sekitar 300 Meter sebelum bertemu perempatan. Setelah itu, kami belok kiri melewati kejaksaan dan kodim, jangan harap saya foto-foto yah, mengingat menjaga irama agar tidak ketinggaln saja sudah sulit. Yang saya ingat, saya bersepeda dengan seorang kakek yang menggunakan sepeda kona hijau dan seorang cucunya yang menggunakan polygon. Hebatnya, si kakek ini selalu menggunakan gigi kecil yang berarti tarikan enteng tapi agak capek di jalanan datar. Pas saya tanyakan, dia bilang buat gowesan enteng, weh bukannya tambah capek tuh?
Lewat kodim, kita menyusuri sungai. Wah pemandangan lumayan bagus, rombongan belum kepecah, saya malah asik memperhatikan peserta yang menggunakan sepeda Specialized Hard Rock (idaman sih). Setelah menyusuri sungai belok kiri, ke arah jalanan besar, rombongan mulai agak kepecah, saya mulai meninggalkan sang kakek dengan kona nya. Setelah 1 km di jalanan besar, kami belok kiri ke perkampungan, jalanan agak kecil tapi teuteup mulus. Setelah 3 km mengikuti jalan itu, jalanan kembali mengecil. Motor dengan brutalnya lalu lalang dan mengklakson kami. Setelah 3 KM jalan pun sedikit memburuk sepanjang 500 meter.
Saya sama sekali tidak memikirkan mengambil gambar, tapi setelah jalanan buruk terlewati, saya berhenti karena pundak saya sakit oleh tali kamera yang saya kalungkan, maksud saya hendak memasukan kamera ke dalam tas tapi ada rombongan lewat, saya segera memotret rombongan tersebut, dan ketika rombongan itu lewat, pandangan saya menangkap suatu sepeda mirip motor gede. Setelah memasukan kamera, saya pun segera menyusul rombongan itu dan terlibat percakapan menarik dengan pemilik sepeda “moge” ini, menarik karena saya tertarik kepada sepeda custom, nama pemilik moge ini adalah Pak Yanto, asli Karawang, sepedanya ini merupakan sepeda keduanya, sepedanya dibuat dari limbah dan sisa sisa scrap, ketika perjalanan berlangsung jalanan mendadak menurun, Pak Yanto dengan sigap menurunkan kakinya untuk merem, Ya allah, ternyata sepeda”moge” ini nggak punya rem, mengerikan sekali. Saya langsung bertindak sebagai pengawal Pak yanto. Cuma ketika Cyclo menujukan Km 12, saya agak sedikit kecapaian dan menurunkan kecepatan. Pak yanto dengan mantap meneruskan perjalanan. Sementara saya mengambil minuman di dalam ransel. Setengah botol Gatorade saya teguk untuk melepas kecapaian, tapi perut sedikit agak aneh, mungkin karena belum makan, tapi setengah botol Gatorade membuat stamina saya sedikit terbantu dan agak semangat menggowes lagi.
Ketika baru 1 km menggowes, kakek bersepeda kona hijayu sedang jajan di toko, saya pun menepi beli roti coklat seharga seribu rupiah. Lumayan ganjel buat kejar Pak Yanto (tapi sampe finish saya gagal menyusul Pak Yanto ini).
Setelah melewati jalan pedasaan yang panjang mulus dan kecil, dimana saya banyak melihat ular berbisa,, kadal dan kodok mati digeleng mobil (die you, fucking snake) akhirnya saya diarahkan polisi untuk belok kiri, dimana bertemu jalan besar dan 300 mtr dari belokan itu ada pos penjagaan, dimana disana bisa mencap kartu undian saya. Setelah itu, gowes dimulai lagi. 500 meter dari pos penjagaan, saya dibelokan ke arah kiri dan pemandangan yang terpampang di depan luar biasa bagus. Kali kecil yang mengalir dan pesawahan disekitarnya membuat kita betah menggowes, setelah itu kita kembali dibelokan ke arah jalan besar yang saya kira adalah Rengasdengklok, tempat dimana Soekarno dan Hatta diculik untuk menyiapkan Kemerdekaan Indonesia,
Di ruas jalan Rengasdengklok sepanjang 7 km inilah kami diuji mentalnya oleh pengendara motor dan mobil yang bersliweran dengan ganasnya. Saya hampir diserempet oleh sebuah mobil Toyota Starlet putih keluaran tahun 1995 yang melaju sangat kencang. Saya mampir dulu untuk minum es kelapa dan berkenalan dengan seseorang yang bernama Mas Priyo dari Pindodeli. Kami bertiga bersama putranya menghabiskan es kalapa yang menyegarkan, setelah itu kami gowes lagi ke arah Tanjang Pura dan berakhir di Karangpawitan (finish).
Setelah sampai,seluruh peserta ribut mengerumuni Stand Mie Sedap. Pada lapar ternyata. Saya sendiri melewatkan kesempatan makan mie gratis dan mencari Pak Yanto. Ternyata saya lebih dahulu masuk ke finish dibanding Pak Yanto. Kami pun berjabat tangan, tanda telah menyelesaikan misi. Saya pun sibuk moto sepeda Pak Yanto dan sepeda sepeda lainnya, (untuk referensi MTB yang sedang saya rakit sendiri).
Setelah acara dangdut yang buruk dilanjutkan dengan pengumuman hadiah yang ricuh, gimana nggak ricuh ketika salah seorang peserta naik ke atas untuk kedua kalinya, seorang peserta dengan emosional langsung bergerak ke arah panggung dengan marah marah. Belum lagi seorang bapak-bapak yang menunggui sisi panggung. Hadiahnya lumayan juga sih, hadiah utamanya Yamaha Mio, membuat semua orang berkeinginan untuk beruntung termasuk saya yang sempat berangan angan untuk menang dan menjual hadiah utamanya dan uangnya saya gunakan untuk membeli sepeda lipat Brompton…hehehehehe.
Setelah semua pemenang hadiahnya diumumkan, dan ternyata saya tidak dapat apa-apa (hilang sudah angan angan memiliki sepeda brompton) semua peserta pulang dengan tertib. Seperti itu catatan saya dalam mengikuti Fun Bike 2009 yang diselenggarakan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Karawang ini. Dan berikut adalah catatan khusus saya sebagai evaluasi untuk penyelenggara :
- Tidak terkoordinasinya panitia, karena jikalau ada peserta yang kecelakaan keliatannya agak sulit untuk mendapat pertolongan pertama.
- Rute terlalu jauh, beberapa peserta banyak mengeluhkan, tetapi saya malah senang.
- Tidak ada tanda-tanda penunjuk jalan.
- Tidak adanya tanda-tanda panitia yang bertugas sedang anggota kepolisian hanya bertugas di awal fun bike saja.
Mudah mudahan tahun depan lebih baik, sampai jumpa di tahun depan.
*) Perserta Karawang Fun Bike 2009
www.tomcatforever.multiply.com
————
Karawang Fun Bike 2009 ini diselengarakan oleh PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Karawang bekerjasama dengan Ciptadent dan Mie Sedap. Dengan rute Karangpawitan (Karawang Kota) – Rengasdengklok- Johar.





suskes buat bikers Karawang…
Wah, rame tuh, jadi pengen…
wah enak yah…
ada acara kyk gituan hehe
coba indonesia banyak kyk gini..
sangat menyehatkan…….
rame juga tuh…:)
hi friend visit me back