Kesunyian
16th Nov, 2009 | Penulis: Redaksi KarIn | Rubrik: PuisiOleh : Fariz Huzairi
Bagai bara api yang padam,
yang perlahan larut dalam hempasan musim hujan
Dan hati yang rela, merupakan air kesejukan
Adalah waktu yang bergulir,
dari keramaian menuju kesunyianDan perjalanan adalah misteri yang terungkap
Yang ramai oleh pemikiran dan angan-angan
Sedangkan waktu adalah hakekat,
misteri yang dirahasiakan
Yang di dalamnya tersimpan ketentuan,
dan hakekat kehidupanSumur yang kering di musim kemarau
Dan ladang yang tandus,
serta lapang yang penuh dahaga
Adalah jalan menuju hakekat kesunyianKesunyian…
Adalah misteri penuh do’a
Yang tak nampak kesepian di dalamnya
Malainkan prahara yang menenangkan
Dan terciptanya pemikiran yang berharga
Maka carilah ia dalam waktu yang panjang,
yang singkat,
dan berurutan seperti berjajarYaitu kebisuan mulut,
dan ketenangan batin yang ikhlas
Di dalamnya terdapat racun dari madu
Jika di minum maka bertambahlah usianya,
yaitu usia perjalanan meresapi hakekatnyaSeperti menenun namun tak pernah usai
Dan tak tampak pula kejenuhan di dalamnya
Setiap tenunan yang dijual dengan harga yang tinggi,
dan emas pun tak sebanding untuk ditukarTak terdapat di dalam kesendirian
Tak pula ditemukan dalam kesepian
Karena ia adalah ketenangan yang gaduh,
dan keramaian yang sunyiDan Kegaduhannya adalah bisikan yang halus,
tantang keindahan alam dan rahasia kehidupan
Sedang kesenyapannya adalah kadamaian yang bersorak
Berjalan namun tak berpijakSeperti melayang namun tak terbang
Tak mampu berlari karena ia adalah perjalanan damai
Yang di setiap sudutnya tecipta cahaya terang
Namun kecepatannya tak terhitung apabila telah tiba,
yaitu tibanya perjalananHingga menepi pada hakekat kehidupan
Dan adalah alam yang bersenandung
tardampar pada keabadian sejati;
Kehidupan setelah kesunyian
*) Tinggal di Telukjambe Timur
Blog : www.pangeran-fh.blogspot.com
Facebook : www.facebook.com/farizhuzairi




