Published On: Tue, Oct 20th, 2009

Yusuf dan Buah Karyanya yang Tersudutkan

berkarya

Klari (KarIn) – Berawal dari pekerjaannya sebagai pegawai swasta disalah-satu industri ternama di Karawang, Yusuf pria asal Klari selalu mempunyai ide kreatif yang tidak terpikirkan oleh teman-teman dilingkungan kerjanya. Didasari kemauan yang tinggi, Ia membuat sebuah dompet untuk kaum pria yang bahan utamanya berasal dari limbah kulit sepatu.

Limbah? Kenapa tidak! Alhasil, karyanya ini bisa membantu menyambung biaya hidup dalam kesehariannya. Dengan beberapa perkakas yang sudah tidak terpakai lagi,  Ia mulai berkreasi. Dengan kemauan dan kesabaran yang tinggi, dompet kulit yang teranyam rapih dan unik cocok untuk digunakan oleh kaum pria Ia produksi.

Tahun 1989 adalah awal dimana Ia mulai berkarya. Di tahun tersebut pula karya-karyanya mulai banyak diminati oleh masyarakat sekitar, terutama rekan kerjanya. Dalam sebulan, Ia bisa memproduksi hampir seratus buah dompet kulit. Dengan hasil produksi yang begitu banyaknya, tentu saja Yusuf tidak sendirian dalam memproduksinya. Ia dibantu oleh beberapa rekan kerjanya yang sudah terlatih dan terampil untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Namun masa itu tidak cukup bertahan lama. Sistem pasar akibat era globalisasi ternyata tidak berpihak pada Yusuf. Bahan baku yang sulit serta biaya yang cukup mahal, membuat Yusuf tidak sanggup lagi memproduksi maha karyanya tersebut. Ditambah sistem pembelian limbah kulit yang kini sudah tidak bisa lagi dibeli secara kiloan, melainkan harus dibeli per-ton dalam sekali pembelian cukup memberartkan. Tentu saja untuk membeli bahan sebanyak itu, harus membutuhkan biaya yang cukup besar. Permasalahannya sekarang, dari mana harus mendapatkan modal tersebut?! Akhirnya, semua itu harus berakhir dengan tidak ada lagi dompet-dompet kulit  dalam jumlah besar, yang bisa meramaikan pasar Kota Karawang. Paling tidak, kini hanya sekitar  dua buah dompet dalam satu  bulan yang bisa Ia buat, itupun jika ada yang pesan.

Harapan mendapatkan modal yang cukup, adalah salah-satu impiannya agar hasil karyanya bisa kembali melejit dan disukai oleh minimal Warga Karawang. Tidak banyak yang dihasilkan, tetapi cukup memberikan identitas bahwa Karawang juga mempunyai sumber daya manusia yang terampil dan berkulitas dan salah satunya adalah Yusuf, sang pengrajin dompet kulit dari Klari. (Fajar Arianto)

____________________
Keterangan Kontributor :

Fajar Arianto : Warga Karawang, Tinggal di Klari
Facebook : www.facebook.com/fajarariantosastrowiryono
Blog : www.alamkarawang.wordpress.com

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Displaying 19 Comments
Have Your Say
  1. khusnul says:

    Ikut berdoa smoga berhasil dan bisa cepat mewujudkan cita-citanya.
    di jaman yang serba krisis ini memang kita harus kreatif menciptakan aspek karya sendiri.

  2. Blog Bisnisku says:

    masalah klasik yang banyak menghinggapi para pengusaha kecil…mudah2x pemerintah melalui kementrian UKMnya membaca hal ini

  3. putra says:

    Sip, posting yang menarik,,

  4. Sepertinya perlu kita contoh deh…ide kreativenya…tentunya sesuai dengan bidang kita,,semoga karyanya bisa kembali menemani warga karawang…amin…

  5. ariesvio says:

    Postingannya menarik…salam sukses

  6. Helen says:

    untung saja hidup kita masih beruntung?
    semoga dia sukses … aminnnn

  7. aqila says:

    cerita yang bagus, salam kenal

  8. anak nagori says:

    woow …
    sebagai mahasiswa bidang lingkungan, saya sangat setuju dengan pekerjaan yang dilakukannya, selain menghemat sumber daya, pekerjaan ini juga dapat mengurangi limbah ug ada di sekitar lingkungan kita, kalo bisa dikembangan lagi, seperti limbah plastik atau lainnya.

    semoga pemerintah memberikan bantuan kepada beliau.

  9. abeecdick says:

    salam kenal kang dari cikarang 🙂
    infonya mantep mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua 🙂

  10. Patut dijadikan contoh untuk ide kreativnya

  11. Celebrities says:

    mampir mas, sambil baca2 artikelnya, sangat menarik ya, semoga menjadi hikmah buat kita semua..

  12. Semoga mendapatkan kemudahan, o ya kalo masalah modal itu biasana ada program pinjaman tanpa jaminan yang diberikan oleh bank, nilainya sekitar 5-15 jutaan gitu, mungkin bisa di cari tau di bank mana aja di kota na yang memberikan program tersebut. Artikel yang menarik mas

  13. Untuk yusuf jangan pantang menyerah ayo terus berusaha.
    Kamu bisa melakukan hal yang lain, selain membuat dompet…

  14. diva says:

    terus berjuang yusuf jangan pernah kendor..temukan ide2 kreatif lagi untuk berkarya, semoga menjadi lebih sukses di masa akan datang

  15. ya yusuf,,kamu harus bisa berusaha dan pantang menyerah dalam hal apa pun itu,, semangat ya,,,

  16. Postingannya menarik…salam sukses……..

  17. pengusaha kecil, memang selalu tidak mendapat fasilitas dari pemerintah. sama seperti saya, modal pas – pasan dan modal nekat, asal usaha jalan dan cukup makan, saya jalani. salam kenal.

  18. kreatif banget,, bisa jadi contoh nich,, ternyata kalo kita gak putus asa dan mau berusaha pasti selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan…..

  19. yang seperti ini yang patut dijadikan contoh, berusaha keras tanpa putus asa,, hufz,, suksess ea,,,,salam,,,

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>