Antara Hobi dan Kesuksesan
22nd Oct, 2009 | Penulis: Deni Andriana | Rubrik: Renungan
Hobi menonton, memancing, blogging, chatting, berselancar di facebook dan sebagainya merupakan sebuah kegiatan yang selain mengasyikan terkadang juga menyita banyak hal. Dari energi, waktu hingga materi. Ada yang menguntungkan namun tidak sedikit juga yang merugikan. Akan tetapi, pada prinsipnya hobi lahir akibat dari dorongan yang utamanya datang dari diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan yang bernuansa hiburan (tersier) dari seseorang. Karena dominan lahir dari dorongan dalam diri inilah, hobi kita pun tergantung dari kehendak kita.
Lalu bagaimana dengan sebuah hobi yang terkadang mendominasi? Menyita sebagian besar energi, waktu dan bahkan materi kita? Apakah hobi yang mendominasi ini akan menjadi penyakit akut yang akan membawa kita ke meja operasi, dimana disana berdiri dokter-dokter yang belum menyelesaikan studi kedokterannya, memegang pisau bedah yang tumpul dengan jarum jahit yang beresiko membawa virus HIV?
Pertanyaan diatas, tentunya dapat kita jawab dengan mengukur dan mengevaluasi sejauh mana hobi tersebut memiliki nilai manfaat untuk minimal beberapa aspek dari hidup kita. Hobi di bidang olahraga misalnya, apakah hobi tersebut membuat kita menjadi sehat? Atau, malah membuat kita menjadi sakit karena dilakukan secara berlebihan? Begitupun dengan jenis hobi lainnya.
Sebagai sebuah renungan lainnya, mari kita simak pula apa yang dikatakan Aristoteles, seorang filsuf besar, berikut ini : “Diri kita dibentuk dari apa yang kita lakukan berulang kali; sedangkan kesuksesan bukan merupakan usaha dan tindakan melainkan akibat dari suatu kebiasaan.”
Deni Andriana





Setuju banget…Teori tabur tunai juga berlaku dlm hoby kita.Maka harusnya kita memilih hoby yg produktif dan positif.mksh