Melestarikan Budaya Sebagai Simbol Cinta Tanah Air
4th Sep, 2009 | Penulis: Redaksi KarIn | Rubrik: Seni BudayaOleh : Mohammad Diro Masbang
Budaya Indonesia memang memiliki nilai yang unik dan dapat menggugah ketertarikan dari warga manca negara di belahan dunia. Namun, sayangnya budaya yang beraneka ragam ini tidak banyak dicintai oleh warganya sendiri (kita). Terbukti, dengan lebih tertariknya warga kita pada budaya luar. Budaya yang semestinya menjadi warisan untuk anak bangsa dari Sabang sampai Merauke ini, malah kurang diminati dirumahnya sendiri. Mulai dari kalangan anak kecil sampai kalangan tua.
Warga kita lebih mengutamakan budaya luar ketimbang melestarikan budayanya sendiri. Maka tidak heran, jika budaya kita dengan mudah diklaim oleh negara lain. Malaysia sebagai contohnya. Beberapa budaya kita telah diklaim sebagai budaya yang lahir di Negeri Jiran ini. Setelah adanya klaim dari Malaysia, baru seluruh elemen dari WNI sibuk mencaci maki Malaysia. Padahal jika kita koreksi kembali, besarkah rasa cinta kita terhadap budaya kita? Dan, apakah budaya kita ini sudah betul-betul dijaga dan dilestarikan, sebelum adanya klaim dari Malaysia? Mungkin sedikit sekali yang bisa menjawab : “Ya, dalam masa hidup, saya senantiasa mencintai, menjaga, merawat dan ikut melestarikan Budaya Indonesia”.
Jaipongan contohnya, budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Karawang, Jawa barat. Ketertarikan Warga Karawang atau Jawa Barat untuk ikut mempelajari khasnya tari dan musik Jaipong dinilai minim. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap Jaipongan sebagai “musik kuno dan tidak modern atau ketinggalan zaman.”
Seharusnya budaya warisan dari nenek moyang kita adalah budaya yang sangat mahal. Seiring dengan berjalannya waktu, maka zaman akan membeli budaya dengan harga yang tak ternilai. Dalam bahasa saya : “unik itu menarik, dan menarik itu mempunyai harga tak ternilai.” Namun sayang, sedikit sekali orang yang menyadari betapa pentingnya nilai budaya untuk dilestarikan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Padahal, jika tidak dijaga, tidak dirawat, dan tidak dilestarikan, maka sesungguhnya jangan merasa kecewa dan muak jika kemudian budaya kita diklaim oleh bangsa dan negara lain.
*) Warga Karawang, Kini kuliah di Fakultas Hukum Unisba
www.karyadieromasbang.multiply.com





ya benar mas…….
perlu adanya koreksi yang mendalam secara personal sebelum berkoar koar kalau “cinta budaya bangsa”
mencaci maki dan mengandalkan otot bukanlah budaya kita yang sebenarnya, terpacingnya emosi hanya buang2 tenaga dan pikiran. sebaiknya tunjukan dengan bukti nyata bahwa kita memang cinta budaya bangsa, dengan berkarya misalnya, atau senantiasa mengunakan bahasa persatuan, sebelum bahasa kita di klaim hehehe…(bahasa indonesia sudah populer di lebih dari 45 negara.
salam hangat
joni
bener sobat … kita harus bisa melestarikan budaya kita …. karena semuanya itu merupakan aset bangsa warisan leluhur …..
http://www.brekele-bisikanhati.blogspot.com
benar sekali, kalau bukan kita yg peduli siapa lagi?
Betul sekali..mari budayakan budaya bangsa….
ya budaya harus tetap lestari tapi inget kwalitas tetap nomer 1…………..
cintailah dan pelihara budaya…………………
setuju bgt dengan apa yang udah disampaikan,bagaimanapun kita adalah generasi yang harus tau diri,jangan hanya mementingkan diri sendiri saja,jangan hanya tau clubing ato hura hura,kita harus melestarikan semua budaya bangsa kita,jangan kita bersikap masa bodo,itu adalah tindakan bodoh yang tak berguna,janganlah kita nanti menyesal dengan apa yang telah kita lakukan hari ini,kawan,satukan tekad dan cita,cita memajkan bangsa ita,salam hangat