Published On: Fri, Jul 24th, 2009

Ikon Karawang Menurut Warga : Dari Padi, Goyang, Tugu Proklamasi, Industri Hingga Opak dan Semprong

Karawang (KarIn) – Melalui Grup Karawang Info di Situs Pertemanan Facebook, Redaksi Karawang Info (KarIn) menyebar jejak pendapat dengan sebuah topik tentang Ikon Karawang menurut Warga Karawang, dengan sebuah pertanyaan besar yang diajukan : “Menurut Anda, Ikon Karawang Adalah?”

Selengkapnya pertanyaan dan wacana yang diangkat Redaksi KarIn adalah sebagai berikut :

Sejauh ini sulit (khususnya bagi Redaksi KarIn) menulusuri apa sih Ikon yang tepat untuk ‘mewakili’ Karawang jika Ikon itu dikaitkan dengan sebuah benda. Misalnya jika Nanas menjadi Ikon Subang, Buaya sebagai Ikon Surabaya dll. Nah sedangkan untuk Karawang sendiri?

Bagaimana menurut teman-teman? Apa Ikon yang cocok mewakili Karawang menurut teman-teman semua? Silahkan beserta alasannya ya!

Sejak disebar dari tanggal 21 Juni 2009 hingga berita atau info ini dirilis sebanyak lebih dari 60 tanggapan hadir di grup tersebut, ada juga 2-3 orang yang bolak-balik memberikan tanggapan ulangnya, sehingga terjadi minimalnya diskusi disana. Setidaknya juga, seperti harapan Redaksi KarIn dan kita bersama tentunya, terjadinya ruang diskusi dan tersalurkannya ide dan pemikiran warga atas kotanya sendiri mulai tercipta. Inilah jurnalisme warga seloroh salah satu member diantara tanggapannya!

Dari lebih 60 tanggapan itu, Redaksi mengamati (bukan menyimpulkan) bahwa rata-rata pendapat warga tentng Ikon tersebut mengarah pada dua objek yakni Padi dan Goyang Karawang. Padi, rata-rata dengan alasan karena Karawang memiliki areal pesawahan dan secara sejarah pun sudah terkenal sebagai kota padi atau lumbung beras. Sedangkan yang mengajukan Goyang Karawang sebagai Ikon Karawang berangkat dari begitu terkenalnya Goyang Karawang ini, terutama diluar Karawang.

Diantara dua Ikon yang kebanyakan diajukan warga tersebut, ada juga yang mengajukan Ikon yang bebeda, seperti terkait dengan industri hal ini berkaitan erat dengan kawasan industri yang berdiri kokoh dibumi Karawang, ada juga yang mengajak merujuk pada julukan lainnya yakni Kota Pangkal Perjuangan. Diluar itu, makanan, Sungai Citarum hingga bambu menjadi usulan lainnya. Berikut adalah tanggapan warga selengkapnya :

Alfan Miftahuriza

Menurut saya lambang simbol Karawang adalah Padi… Ya dikarenakan Kota Karawang sangat luas lahannya untuk di jadikan lahan pertanian, sebab lain juga dikarenakan oleh julukan Kota Karawang yaitu Kota Padi. Tapi apakah sekarang lambang padi masih berlaku…? Soalnya kota karawang kita ini sudah di penuhi oleh perindustrian…?

Didit Praditya

Sudah sangat jelas, ikon Kabupaten Karawang adalah tanaman yang disebut Oryzae Sativae atau Padi. Alasannya, yang pertama luasnya berhektar-hektar sawah yang ada di Kabupaten Karawang, menjadikan Karawang dijuluki Kota Lumbung Padi di bidang pertanian.

Dari sisi sejarah juga, pada waktu masa pemerintahan Sultan Agung, beliau menunjuk Karawang sebagai pusat logistik bagi pasukannya dalam melawan VOC, dengan membangun areal persawahan di Kabupaten Karawang. Walaupun pada perkembangannya selanjutnya Karawang menuju industrialisasi, namun cikal bakal Karawang sebagai Kota Agraris tidak dapat dilupakan begitu saja. Padi dapat melambangkan kesejahteraan, masyarakat yang adil dan makmur. Namun, penggunaan icon padi juga banyak digunakan oleh kabupaten-kabupaten lain, sehingga walaupun Karawang lekat dengan icon Padi, begitu juga daerah-daerah lain di pulau Jawa. Mungkin ada pendapat lain? “Bak ilmu padi kian berisi kian runduk, selalu merendah diri tidak sombong.”

DiDi Mufti

Sampurasun!! Tepangkeun simkuring Didi Mufti Jajaka Kab. Karawang 2008. Seandainya pun Karawang akan dibangun tugu ikon daerah maka icon yang tepat menurut saya adalah padi, karena pada dasarnya Pemerintahan Kab. Karawang telah menyediakan 90 ribu hektar kurang lebih untuk lahan pertanian dan sisanya yang kurang lebih 70 ribu hektar untuk lahan permukiman dan perindustrian. Data tersebut saya dapat saat menghadiri rapat di Gedung DPRD Kab. Karawang. Justru yang perlu kita ketahui bagi generasi muda Karawang adalah mengenai sebutan “Goyang Karawang” yang umumnya orang akan mengenal Karawang dengan nama tenar tersebut….. Saya selaku Jajaka saja sedang giatnya mengartikan kata tenar tersebut ke daerah lain dengan cara mempresentasikannya saat saya dikirim mewakili acara MOKA Jabar. mungkin untuk Karawang Info bisa diterbitkan pertanyaan yang sama, karena dengan itu saya bisa menilai berapa tingkat pengetahuan Barudak Karawang tentang Karawang…… trims…..

Perdana Wahyu Santosa

Dasar ikon Karawang adalah:

  1. Kota Perjuangan Kemerdekaan RI
  2. Seni Budaya Jaipong – Goyang Karawang
  3. Lumbung Padi Jawa Barat

Ketiga ciri khas di atas mempunyai kekuatan dan citra yang positif bagi Karawang. Yang sebaiknya dijadikan ikon adalah Kota Pangkal Perjuangan karena dua ciri yg lain sudah cukup dikenal masyarakat.

Iman Abdullah

Pare 🙂 Soalna pasawahan di Karawang masih lega dan Karawang masih nyandang status salaku Lumbung Pare Jabar bahkan nasional.

Mila Prajawati

Karawang kan dulunya kota padi dan sekarang menjadi kota industri. Jadi bagus juga kalo keduanya di jadikan ikon, hehe…..

Boedi Jaeni

Padi dari jawaban yg paling banyak.

Fawzul Lismani

Padi dan pengairan adalah ikon yang cocok untuk karawang, karena berdasarkan sejarah kedua hal itulah yang membuat karawang dikenal oleh masyarakat luas.

Sofyan Eli

Saya setuju dengan yang lain, sepertinya padi sangat cocok dan pantas menjadi Icon Karawang karena melihat dari geografis dan latar belakang sejarah yang selalu menghubungkan Karawang dengan padi. Namun perlu di tegaskan bahwa peluncuran icon ini harus juga disertai dengan langkah nyata membangun pertanian di Karawang.

Linan Firmansyah

Iss oke saya ikut yang lain. Padi adalah lumbung Jawa Barat. Saya hanya ingin menambahkan, Karawang adalah kota bersejarah dan masih banyak keajaiban dunia yang masih ada, contoh Candi Jiwa. Saya punya sedikit cerita tentang Candi Jiwa, Setahu saya waktu pertama munculnya Candi Jiwa itu belum ada namanya, kenapa disebut Candi Jiwa? Waktu itu ada yang datang dan untuk melihat-lihat dan dia membawa sepotong batu kecil dari tempat candi itu, di malam harinya dia bermimpi, ada seorang Pak Tua dalam impiannya, Pak tua itu ingin batu kecil itu dikembalikan. Ke esokan hari nya dia beritahu sama sanak keluarganya, keluarganya setuju batu itu dikembalikan. Namun, entah apa yang ada dalam pikiran dia itu ternyata sampai keesokan harinya belum dikembalikan, meninggalah dia dalam keadaan memegang batu itu. Entah yang saya tau ini benar atau tidak. Terima kasih.

Uliel Amry

Sejak dari dulu Karawang kita kenal sebagai kota Lumbung Padi. Kota yang penghasilannya beras dan itu benar-benar jadi dan terbukti. Dan sebuah Ikon telah berubah sejak datangnya mesin-mesin di Kota karawang dan memperluas jaringannya sehingga kota ini terkikis sedikit demi sedikit. Akhirnya kota ini jadilah Kota karawang ini kota Lumbung Industri!!! Dan ini sudah ada di benak saya sejak mengenali Kota Karawang ini yaitu sebuah ikon bilamana mesin dan padi di satukan.

Faisal Muchtar

Tunggu punten sebelumnya, saya tidak setuju… Tunggu dulu Kang Deni…!!!! Mengenai Karawang ikonnya padi. Soalnya, ironis sekali jika nyata-nyatanya harga pupuk mahal… Preeet.!!! ‘Kota pangkal perjuangan?’ Apakah kita benar-benar menghargai perjuangan?? Sejarah.. tuh liat sama-sama, Rumah Sejarah Milik Jiaw kie sIong di Rengasdengklok yang menjadi saksi bisu penculikan Bung karno oleh para pemuda, sekarang mana perhatiannya dari pemerintah? Rumahnya aja ampir tidak terawat.

“Mengenai Goyang karawang,” jujur saja kalau Karawang ikonnya “Goyang Karawang” atuh udah dari dulu ngajentrek Gedung Keseniannya.. Sanggar-sanggar seni untuk melestarikan goyang tea atau symbol-simbol apa saja di Karawang yang membuktikan Karawang melestarikan seni goyangnya.. nyatanya saya sebagai seniman walau hanya seniman teater.. Ironis sekali ketika seniman ingin mengadakan pertunjukan, berbenturan dengan perijinan, dana dan lain sebagainya. Mendingan menurut saya Sungai Citarum aja yang jelas-jelas ada. Nuhun.

Dedi Cahriadi

Ini fakta lho… Kalo saya keluar Kota Karawang.. ditanya tinggal di mana… pas bilang Karawang mereka langsung koor… oh.. yang Goyang Karawang ya… jadi ikonnya Goyang aja bagaimana?

Nawin Awing

Menilik ketenaran Karawang yang pertama dikenal orang adalah Goyang Karawang, walau banyak juga yang berkesan Karawang sebagai lumbung padi, tetapi kalau di score antara lumbung padi dengan goyang Karawang jelas goyang akan memiliki angka yang lebih tinggi dibanding dengan sebagai lumbung padi. Tapi sayang band “Padi” bukan band yang berasal dari Karawang. Jadi goyang dan Padi adalah melambangkan kondisi real Kota Karawang. Dan apabila Ikon Karawang jadi diimplementasikan jangan cuma sekedar membuat icon tapi icon yang bisa dijual sebagai tujuan wisata Jawa Barat.

Bikin Karawang sebagai kota tujuan wisata, dengan icon Goyang dan Padi. Goyang : Mendirikan padepokan yang menampilkan Kesenian Jaipong live bagi wisatawan. Group Jaipongan banyak tersebar di jalan Syeh Quro dari perempatan Johar sampai dengan Cilamaya. Padi : Bertanam padi dan memanen padi bisa dijadikan objek wisata musiman.

Kang Darma

Pertanyaan sederhana ketika orang lain ketemu dgn kita.: “Maaf Mas… asalnya dari mana ..? Jawaban kita adalah “.. Karawang…” Apa reaksi orang tersebut “..O.. Goyang Karawang ya…” – Nah… tidak bisa dipungkiri bahwa Karawang dikenal di sepenjuru daerah dikenal dengan Goyang Karawang. Ketika sekarang saya menjadi Warga Karawang pun saya baru tahu Kalau group tersebut ada di didaerah Cilewo Telagasari, ternyata satu kecamatan dengan tempat saya tinggal!!

Persepsi negatif tentang Goyang Karawang ini, …maaf.. merebaknya PSK (Pekerja Seks Komersil)… dan maaf juga kalo di survei… mereka adalah bukan warga asli Karawang… Mereka adalah pendatang… 🙂 Ini mungkin masalah persepsi tentang Goyang Karawang, ada negatif ada positif. Saya yakin orang memberi kesan positif tentang Goyang Karawang, yaitu tertuju kepada Seni Budaya Sunda Tari Jaipong. Siapa yang tidak kenal Grup Jugala? Sejak kecil ketika saya di Bogor saya hapal tentang Group Jaipong ini, terkenal dengan ketuk Tilunya…!!

Tentang sebagai Kota Lumbung Padi..? Beberapa tahun kedepan akan terjadi pergesaran % dari Kota Pertanian menuju Kota Industri. Lumbung padi tidak mutlak milik Karawang, tapi juga milik kota-kota di Jalur Pantura, seperti Subang, Indramayu dan lainnya. Jadi saya lebih cenderung memilih Goyang Karawang sebagai simbol central Kota Karawang. Tinggal, tugas kita sebagai generasi muda memberikan persepsi positif ke seluruh pelosok penjuru dunia, termasuk melalui Facebook ini. Kita kikis image negatif.

Didit Praditya

Saya mengembalikan ke posting awal dari kang Deni Andriana, Icon itu dikaitkan dengan sebuah Benda, hanya mengingatkan, Terimakasih.

Rahman Nerro

Padi, alasannya Karawang adalah kota lumbung padi.

Nanang Sobari

Padi….. sekali Padi tetap Padi!

Agus Riyanto

Saya setuju ikonnya Goyang Karawang, bisa diwujudkan dengan patung orang menari Jaipong atau Silhuet orang Goyang Jaipong, terus banyak didirikan sanggar tari yang melatih menari anak-anak sekitar sanggar. Kalau tidak salah di Bali banyak sanggar yang melatih anak-anak Bali menari sehingga sampai sekarang tari Bali tetap eksis. Kita ikuti saja jejak orang Bali dalam melestarikan budayanya yang sekaligus sebagai ikon daerahnya.

Didit Praditya

Saya tetap memilih Padi sebagai icon. Mudah-mudahan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Petani yang umumnya rakyat kecil yang menjadi tulang punggung Kota Agraris ini maupun negara tercinta ini dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional, bisa menjadi lebih diperhatikan, lebih naik taraf hidupnya (tingkat perekonomiannya), dan lebih meningkat kesejahteraannya. Ini akan terjadi jika pemerintah setempat (Karawang) memberikan perhatian yang lebih kepada bidang pertanian, namun tanpa melupakan bidang-bidang yang lain.

Nawin Awing

Jadi begini aja, bikin icon Karawang “Seorang mojang Karawang yang sedang membawa Padi. ” Ceuk urang di lembur kuring mah “Awewe keur ngelek pare!” – Kumaha….. satuju?

Agus Riyanto

Di Surabaya dibuatkan tugu/patung Ikan Sura dan Baya (Buaya). Di Subang / Jalan Cagak ada Tugu Nanas. Sok .. atuh di Karawang dibangun ikon tugu/patung “Awewe keur ngelek PARE bari ngigel Jaipong” – Kalau bisa ukurannya yang spektakuler kaya GWK (Garuda Wisnu Kencana) di Bali.

Iin Rahmawati

No. 1 Kayaknya paling terkenal.. Goyang Karawang tuh.. Tapi lihat dari sisi positifnya.. Seperti Reog di Ponorogo, soalnya sama seperti yang lain saya baru tahu minggu kemaren bahwa Jugala itu dari Karawang. Padahal dulu terkenal banget. Tahunya jaman kecil dari koleksi bapa+ibu, padahal saya bukan asli Karawang loh, tapi dari Cianjur, seperti Cianjuran dari Cianjur, sayangkan kalo nggak dilestarikan. Kalo padi atau beras, kayaknya kalah terkenal sama Pandan Wangi Cianjur tuh.. he..he.. No. 2 harusnya Tugu Perjuangan Rengasdengklok, digimanain gitu.. biar kelihatan asri, sayangnya nggak dipelihara, kotor.. banyak sampah. Soalnya dulu pernah ngajak rombongan bapak/ibu guru dari Garut dan Indramayu yang lagi kunjungan ke Karawang terus mampir liat Tugu Rengasdengklok, pada kecewa.. kotor.. rek. No. 3 Jamur Cilamaya. Boleh juga tuh.. asal.. ada yang mau usaha dimasalkan.. biar populer gitu. No. 4 Semprong rengasdengklok juga oke.. enak lho.. Semua yang temen dari luar kota yang pernah dioleh-olehin semprong.. semua bilang uenakk, jadi sebenarnya alternatifnya banyak ternyata.

Eyang Hakimi

Pare, bonteng, kukupu, goyang, kopi… Seberapa banyaknya akan habis, seberapa indahnya akan habis… jika beberapa abad ya… benda-benda itu tidak ada lagi apakah tetap bisa jadi ikon…lalu anak cucu, buyut, incu janggarwareng… dan 40 turunan kita akan punya ikon “khayal”… Tugu proklamasi … Indonesia… tidak akan hilang, dan selama Indonesia ada, anak cucu kita tetap akan menelusuri, menyimpan sejarah kemerdekaan negerinya (saat itu mungkin satu klik saja sudah bisa membuka segala tentang Tugu Proklamasi, bukan lagi pada laptop tapi pada bingkai kacamata, hehe…)

Jadi saya mendukung pendapat DR. Ir. Perdana Wahyu Santosa, dengan ketepatan 2 dari 3 alasannya….Tugu Proklamasi… (perlu sentuhan seniman untuk membuat stilasinya). Tinggal kita mengabarkannya kepada dunia …ini lho Karawangku yang SAKTI : Sehat, Aman, Kuat, Tertib, dan Indah…..yang interasihnya ganti.

Soal sampingannya bahwa Karawang terkenal karena Goyang Karawang, jangan kecil hati, di atas goyang… di bawah goyang… nikmati tuh goyang… model itu tuh Orang Arab…. lamun ngedenge kecap Arab wah pasti gede weh… nyaho teuing naonna anu gede teh… hahahaha.. Musa dicatat Firaun juga dicatat… jangan terlalu membebani pikiran dengan keinginan menolak realita… benar salah baik buruk memang ada di depan mata setiap hari… Goyang Karawang… biar saja, bahkan ekstrimnya : “Mari Kita Memasyarakatkan Goyang Karawang dan Menggoyangkan Karawangkan Masyarakat!”

Ayo Deni Borin… buat resumenya ajukan ke Pemda dan DPR baru untuk first touch mereka dalam masa kerja mereka nanti… Tugu Perjuangan dan Karawang Sakti…. Jangan lupa buat catatan permohonan 1 kursi untuk Perwakilan Masyarakat Fesbukar… siapa yang paling kuat menahan Goyang Karawang itu yang kita suruh duduk di kursi itu… dan untuk menentukan siapa yang paling kuat… Deni Borin adakan kontest khusus…. hahahahaha…

Asri Ratnasari

Icon padi atau Icon pabrik atau buah kawista 😀 :D….

Didit Praditya

Memang padi di Karawang itu menang dari sisi kuantitas, bukan menang dari sisi kualitas seperti halnya padi di Cianjur, walaupun begitu dari sisi kuantitas juga menunjukkan bahwa tulang punggung Karawang itu terbesar dari sektor pertanian, dan ini harus diperhatikan oleh Pemerintah dalam mendukung sektor primer tersebut karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Memang pemilihan icon padi (secara umum) bukan hal yang aneh, karena memang Karawang sudah terkenal dengan icon padi. Permasalahan sekarang, untuk apa kita sebagai orang Karawang memilih icon tersebut. Apakah memang icon tersebut “ciri khas” Karawang yang menunjukkan “jati diri” dan dapat dibanggakan kita semua sebagai orang Karawang, atau untuk memajukan suatu sektor tertentu di Karawang, seperti misalnya untuk sektor Kebudayaan: Goyang Karawang, untuk sektor Pariwisata: bisa tempat-tempat wisata di Kabupaten Karawang, untuk sektor Industri (memang sekarang Karawang terkenal sebagai City of Industri yang banyak menarik pendatang dari luar Karawang): bangunan pabrik atau mesin pabrik, dari sektor Industri Rumah Tangga: makanan tradisional khas Karawang (Semprong, Surabi, Krupuk Udang , dll), dan sebagainya.

Mungkin asal kata Karawang yang berasal dari kata Karawaan, yang berarti rawa, yang juga dapat dibuktikan nama-nama daerah di Karawang yang menggunakan kata ‘rawa,’ seperti Rawamerta, Rawagabus, dll, menunjukkan daerah geografis Karawang yang banyak dipenuhi rawa. Rawa mungkin dapat dianalogikan sebagai areal persawahan, walaupun memang kedua hal itu berbeda.

Kembali ke pertanyaan mengapa kita memilih suatu icon, dilema disatu sisi kita ingin mencari apa yang khas dari Karawang yang dapat dibanggakan, dan sisi lain banyak sektor lain yang tidak terwakili jika kita hanya menggunakan satu benda saja untuk icon. Namun menurut saya, pemilihan icon memang harus satu macam saja, berbeda dengan suatu logo yang dapat menampilkan beberapa simbol dalam suatu gambar. Icon tersebut menurut saya harus menunjukkan yang pertama: “ciri khas” di Karawang, kedua: berkaitan dengan “cikal bakal” dan “sejarah” Kota Karawang, ketiga: pandangan warga Karawang sendiri mengenai daerah asalnya dan pandangan warga luar Karawang mengenai Karawang, keempat: icon yang menunjukkan citra positif bagi Karawang, kelima: icon yang menunjukkan Karawang dalam kapasitasnya sebagai Kabupaten yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagai tulang punggung negara di sektor tertentu unggulan daerahnya (mis: sektor pertanian, kebudayaan, industri, dll). Mengenai penggunaan patung manusia sebagai logo Karawang, saya kurang setuju, itu aja. Terimakasih.

Didit Praditya

Maaf, ralat: kalimat terakhir tertulis “… sebagai logo Karawang”, maksudnya “… sebagai icon Karawang, terimakasih.

Eka Priadikusumah

Saya terenyuh juga dengan opini dan usulan serta deskripsi dari Fesbuker Karawang seputar ikon (aikon)!…. (posisi kaget sambil senyum dan garuk-garuk kepala yang nggak gatel….) – Viva Citizen!!

Deni Andriana

Hehehe…. tinggal nanti kita gelar diskusi KarIn bersama temen-temen 🙂 – bukan begitu Kang Eka? Siap-siap buka lapak diskusi? kita ambil alih halaman Alun-Alun Karawang untuk diskusi santai dan sehat?

Sopian Sutisna

Saat ini, kalau saya coba perhatikan dari berbagai sumber yang tersedia, ada beberapa sumber yang masih mengatakan bahwa Karawang adalah Kota Lumbung Padi, tetapi lebih banyak orang diluar karawang mengatakan bahwa Karawang adalah kota penuh geol alias Goyang, dan untuk julukan Kota Pangkal Perjuangan, memang sangat sedikit sekali dan mungkin sudah tidak ada sama sekali yang mengatakan. Artinya ketenaran Karawang saat ini lebih dikenal dengan “Goyang Karawang”.

Kalau menurut saya pribadi ikon ataupun aikon yang lebih pantas untuk kota kita tercinta ini adalah Padi. Walaupun saat ini Karawang sudah dipenuhi oleh industri dan juga perumahan, semoga dengan diusungnya ikon Karawang Kota Lumbung Padi, akan menjadikan kembali Karawang yang hijau, dan mungkin dengan demikian akan adanya pembatasan ataupun pembagian wilayah (%) untuk industri dan perumahan, sehingga sawah-sawah Karawang tidak habis dibabat oleh industri dan perumahan.

Bonank Nurjaman

Kujang! Suatu senjata para pahlawan jaman nenek moyang kita khususnya orang Karawang.

Doel Kyenz

Kalau menurut saya, Karawang lebih pantas diberi iconnya padi, soalnya Karawang merupakan kota penghasil padi terbesar di Jawa Barat, benar ga sih?? Mungkin padi kali ya yang lebih pantas jadi iconnya Karawang… (^_^)

Cocom Komara

Dari hasil penjelajahan Cocom setiap Cocom kemana-mana kalau mereka denger Karawang itu pasti inget sama Goyang Karawangna kayak laguna Lilis Karlina hehe.. Kalau benda kayakna nggak ada aneh dweh (‘o’)

Yosep Surya

Kalau petani gimana.. kan bagaimanapun Karawang masih kota lumbung padi, alasan gua selain citra petani lebih dihargai, kadang kita juga lupa terhadap jasa mereka. 400 ribu hektar area sawah Kabupaten Karawang yang teknis petani pake cetok bawa cangkul pegang padi.

Karyanto Doang

Padi Om. . Karawang kan lumbung padi.

Kuswati Nurhayati

Padi

Nia Juwita

Binun juga, Ikon Karawang apaan?! Yang jelas yang bisa dibanggain bagi warganya.

Ika Kartika

Gimana kalo padi aja kan Karawang kota lumbung padi… hehehe.

D’mendoan Bizcommec

Mungkin petani padi kali ya.. Kan di Karawang banyak sawah padi.

Riki Gunawan

Padi

Jajat Sudrajat

Menurut saya ikon yang pas buat Karawang adalah padi.

Eka Irvan Kristian

Gambar Sinden Jaipongan.

Ima Ina

Padi dan sawah dong.. bukan Padi Band atau Padimu Negeri lhoo.. ;p .. Sepanjang Arteri dari mulai Karawang Barat sampe dengan Pabrik Es udah mulai ilang tuh pemandangan hijau satu persatu. Nggak ada persawahan dengan hijau yang menawan, bukan lagi dinamakan Karawang. Say no to kill the rice field around us !

Roby Muhamad

Usul… pohon beras aja…. alias gabah siap panen tapi sama rumpunnya… oke dech.

Adhie Prakoso

Padi kayaknya yang pas buat Ikon Karawang.

Yugi Aldiano

Susah sih yang jelas Goyang Karawang sama Lumbung Padi. Tau nggak Megawati membahas Karawang tentang lumbung padi.

Dikhy Rizal

Betul sekali, Karawang belum punya ikon yang permanen, sebenarnya udah punya yaitu : padi dan goyang, tapi pihak Pemkab belum punya kemauan untuk mematenkannya, misalnya dibuatnya patung petani dengan padinya atau patung sinden yang lagi goyang Jaipong misalnya dibuat di Pertigaan Bundaran Mega M, Pabrik Es atau tempat strategis, dan saya juga mengkritisi Bagian Tata Penghijaun dan Taman Kota yang kurang hijau dan kurang seni!!

Biye Tea Ih

Padi

Shanz Hasanah Az-zahra

Goyang Karawang kali ya… hehehe… atau Pangkal Perjuangan… Tapi nasi uduk juga boleh… hehe..

Pri Atna

Kang kumaha alat musik kendang… karena Karawang terkenal dengan Goyang Karawangna “Jaipongan” – Atawa gambar padi “pare”, soalna di Karawang oge terkenal ku hasil tatanena “pare” atau “padi.”

Jean Ganzo

Goyang Karawang, semakin digoyang, pikiran semakin mengawang-ngawang.

Siti Rohmatul Adawiah

Makanannya ya.. Opak! Gimana tuh?! Aa lagi kota yang bisa bikin opak? Opak kan suka jadi bahan oleh-oleh tuh or bisa jadi yang lainnya. Hehe..

Gigin Ginanjar

Ass, kalo menurut saya terlalu banyak aikon Kota Karawang mah, hal ini dilihat dari sarana untuk penunjangnya apa dulu?! Kalo menurut GN jadi aikon tentang Perikanan aja hehe… Tapi kalo dilihat dari tugunya sih udah Kota Perjuangan! Tapi perjuangan dalam hal apa ya tuk sekrang nih di Kota Karawang??

Urez Syarifudien

Ass, kalau padi di sebut ikon yang cocok Karawang ada betulnya juga karena Karawang identik dengan lumbung padi, tapi coba lihat ke desa-desa yang ada di Kerawang ironis sekali kalau melihat para petani dan buruh tani yang hidup masih di bawah garis kemiskinan. Anda perlu tahu kalo buruh tani di bayar hanya 25-30 ribu / hari. Sedangkan yang punya sawah pun penghasilannya hanya untuk menyambung hidup setelah panen ke panen berikutnya.

Rudi Cksk

Aku coba tampil beda nichhh.. Kalau dilihat dari tulisan nama kota: Karawang.. KARenA uWANG … coba di pikirkan… ada hal yang menarik disini…. di kota ini adalah lumbung kota padi yang ada di Bumi Indonesia… jadi tak kunjung mati untuk menghasilkan uang, Investor asing berlomba-lomba membuka pabrik untuk itu mereka rela berinvestasi besar karena Uang, di kota ini menjadi pabrik pembuatan uang yang resmi (PERURI)…. jadi ikon yang pas adalah Kota Uang ……. (Rezeki).. iconya yah Uang/Uang Logam…. Ini ide gua karena menilik dari nama kota dan Pabrik PERURI.

Didit Praditya

A’ssalamualaikum .. Bismillahirrahmanirrahim

Diskusi yang dilakukan oleh para citizen journalists melalui media online seperti jejaring sosial semacam facebook ini telah membuat diskusi lebih menarik karena setiap orang berhak untuk mengutarakannya pendapatnya masing-masing. Citizen journalism menjadikan berita atau opini tidak lagi menjadi monopoli media massa. Jadi, mengingat suatu slogan suatu surat kabar di Jawa Barat, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, maka slogan tersebut lebih nyata implementasinya dalam ranah citizen journalism. Karena berita berasal dari kontribusi rakyat secara umum dari segala lapisan, dilakukan oleh rakyat yang berarti dikelola oleh rakyat itu sendiri menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (internet dan situs jejaring sosial), telah membuat hal ini dimungkinkan, dan hasilnya digunakan untuk kepentingan rakyat dan dapat mendapat umpan balik secara cepat.

Individu-individu yang terlibat dari berbagai macam profesi, latar belakang, yang berbeda-beda dapat bersatu dengan suatu common interest yaitu pemilihan suatu icon untuk kota tercinta Karawang. Dari hasil sementara, banyak pendapat yang sangat baik dan bermacam-macam untuk memutuskan icon kota ini. Dari definisi icon atau ikon didapatkan: “…More broadly the term is used in a wide number of contexts for an image, picture, or representation; it is a sign or likeness that stands for an object by signifying or representing it either concretely or by analogy…” (wikipedia.org). Dari pengertian ikon tersebut, ikon digunakan untuk merepresentasikan atau menganalogi suatu objek.

Setelah melakukan brainstroming di forum ini, dan juga di dunia nyata, saya mendapatkan masukan dari seorang Pegawai Kota Subang yang mempunyai nanas sebagai ikon. Bahwa ikon tersebut memang belum secara resmi digunakan oleh pemerintah setempat untuk merepresentasikan daerahnya, jadi ikon tersebut masih merupakan opini dari masyarakat Subang sendiri dan masyarakat di luar Subang. Beliau juga menambahkan mengapa tidak mengambil beberapa ikon yang dapat merepresentasi daerahnya, agar semua sektor terakomodir sehingga semua sektor maju dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat daerah tersebut. Ia mencontohkan Bangkok, kita mengenal ayam bangkok, jambu bangkok, dll.

Untuk ikon kebudayaan, Karawang mempunyai ikon goyang, padi sebagai ikon pertanian, tugu proklamasi sebagai ikon sejarah, dsb. Jadi setiap sektor mempunyai ikon masing-masing agar lebih mengenalkan Karawang secara nasional maupun internasional dan pada akhirnya dapat memajukan sektor tersebut dan meningkatkan taraf hidup dan kualitas hidup masyarakat. Peran masyarakat dan pemerintah khususnya dinas terkait seperti misalnya Dinas Pariwisata dapat mempromosikan ikon tersebut dan usaha ini harus sinergis dilakukan oleh semua stakeholder yang ada di kabupaten Karawang untuk mewujudkan hal tersebut. Hanya sebagai masukan saja mudah-mudahan bemanfaat, “kalau ada jarum yang patah jangan simpan di dalam peti, kalau ada kata-kata yang salah janganlah simpan di dalam hati.” Waa’laikumsalam.

Fajar Ramadhitya Putera

Ikon tidak mesti satu kan?

Epong Mayasari

Menurut saya iconnya golok aja atau bambu, atau gabungan kedua-duanya. Karena sejarah menunjukan karawang merupakan Kota Pangkal Perjuangan. Jadi untuk mengabadikan perjuangan para pahlawan pejuang kemerdekaan RI.

Urip Slamet Riyadi

Padi, karena terkenal sebagai Lumbung Padi Jawa Barat. Tapi yang menyedihkan adalah Dinas Pertanian , Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) logonya kok pohon pinus seharusnya kan tanaman (mirip logo Deptan) karena luas lahan sawah di Karawang lebih luas daripada hutan (pinus. red) – Untuk Distanhutbun seharusnya berpikir dalam menerapkan sebuah logo. Logo itu kecil tapi amat berarti sebagai simbol….hapunten sadayana…!!!

Pandu Purba Sukma Bangkit

Ikon Karawang pada masa kini adalah industri yang terhampar luas pada cakrawala kita, lantas mengapa masih ada pengangguran” dari Kota Karawang itu sendiri? Nah.. disitu sebenarnya problematika klasik yg melulu harus dikemukakan, dengan tanpa ada problem solve yg signifikan. huffhhh dehhh.. cape ahh.

Indrayana Gendro

Karawang… Ikon Karawang!!!!! Bingung ya?! Daerah transisi ingin jadi lumbung padi, itu dulu lumbung padi, coba kita lihat sekarang! Berapa hektar sawah atau lahan pertanian yang berubah funsi jadi Kota Industri atau lahan industri. Ini yang harus jadi perhatian kita, ok lah ikon Karawang padi, tapi dinilai dari mana padi itu, toh masyarakat kita masih bnyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, kelaparan!! setiap lambang itu mempunyai arti tersendiri, padi identik dengan makmur, tapi tarap hidup di Karawang kita ini jauh dari makmur, hanya arogansi setiap individu yang ada, hannya kepentingan yang merajalela dan akan abadi. Jadi masih akan memilih padi jadi ikon kita?

Itulah daftar panjang komentar, ide, usulan dan suara bahkan unek-unek Warga Karawang yang tergabung di Grup Facebook KarIn. Komentar dan tanggapan yang tentunya didasari kecintaan semuanya atas daerahnya sendiri, dengan cara penyampaian yang berbeda tentunya.

Di topik ini seperti diutarakan diatas, Redaksi KarIn tidak hendak menyimpulkan namun hanya menganalisis, bahwa ada beberapa usulan yang cukup banyak diusung warga yakni : Goyang Karawang, Padi dan Perjuangan. Setidaknya tiga poin tersebut perlu digaris bawahi dan didiskusikan lebih lanjut. Lebih jauh dan menjadi lebih penting, Redaksi melihat bahwa semuanya sepakat bahwa dibutuhkan sebuah ikon yang tentunya diharapkan nantinya menjadi ciri khas Karawang dan menjadi nilai jual Karawang baik di dalam maupun diluar Karawang. Bagaimana langkah selanjutnya? Setidaknya melalui jejak pendapat dan ulasan kali ini, KarIn ingin membuka wacana tentang Ikon Karawang. Bagaimana kemudaian wacana ini menjadi hal yang konkret, tentunya mesti ada pematangan lebih lanjut dan upaya serta dukungan semua pihak yang ada. Satu yang pasti, suara warga dalam wacana ataupun isu-isu seperti ini haruslah dilibatkan. (Deni Andriana)

————————————

Untuk melengkapi referensi Anda, silahkan temukan artikel-artikel lainnya terkait topik ini, silahkan jelajahi melalui ‘Seacrh’ atau Arsip KarIn diatas!

Silahkan Berkomentar Dengan Akun Facebook Anda!

comments

Displaying 14 Comments
Have Your Say
  1. Gasa says:

    karawang ya ?? hehehe… kalo di malang sich terkenal ama padinya bro hehehe…..

  2. aam says:

    karawang, ya….sudah pasti padi:-) di jakarta saja ada patung tani masa’ karawang kalah sih:-) padahal karawang kan kota agraris….juni lalu saja menjadi salah satu kabupaten yang mendapat penghargaan dari presiden karena berhasil mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional dengan peningkatan produksi beras diatas 5% sepanjang tahun 2008. para petani karawang hebat kan………

  3. Nursohib says:

    Komentarnya bagus-bagus dan bermutu ya… Kalo dari saya seh singkat aja: musti ada ikon padi dan ikon goyang.

  4. in ricetown says:

    Kalau di Jakarta punya MONAS, di Paris punya Menara Eiffel…
    nahKarawang juga udah punya tuh bangunan tinggi menjulang…
    Menara Karawang (moksen kalau kata orang2 mah), itu tuh yang letaknya di belakang Gor panatayuda/belakang stasiun Karawang. Kayanya cocok tuch..
    Selama ni berdiri gagah dan terbengkalai di kota Karawang…
    Kayanya akan lebih indah bangunan tersebut di jadikan tempat umum yang menyenangkan di hiasi lampu2 dan sebagainya. . Dan kaya indah banget tuch view kota karawang dari atas menara tersebut.. bisa keliatan semuanya, mengigat untuk saat ini bangun tersebut salah satu bangungan tertingi di kota Karawang

    Saya sendiri sebagai orang Karawang, tidak tahu maksud dan tujuan didirikan bangunan tersebut di Karawang…
    Kalau ga salah ada lapang cukup luas tuch di sana. kaya cocok buat di jadiin taman bermain atau joging track.

    thx

  5. asah says:

    Padi aja sudah cukup…

  6. Pounds in 30 Days Without Diet says:

    Thanks for posting about this, I would love to read more about this topic.

  7. guskar says:

    Ke depan Karawang akan jadi wilayah kawasan industri, tanpa harus mengurangi areal persawahan. Sejak awal tahun 1990an, plotting kawasan industri sudah sangat jelas, ada di wilayah selatan Citarum yg relatif tandus, seluas +/- 10.500 hektar. Dan pemerintah diharapkan konsisten dengan RUTR-nya. Sayangnya, areal persawahan tsb sedikit demi sedikit berkurang dan menjadi areal perumahan dan komersial. Mestinya, ikon Karawang sebagai lumbung padinya Jabar ttp dipertahankan. Wilayah utara Citarum sungguh lahan yg sangat subur untuk ditanami padi, apalagi didukung dengan sistem irigasi yang terus mengalir sepanjang tahun.

  8. wah, manta ni kerawang. slam dari Mojokerto

  9. Asrizal Lubis says:

    Karawang disebut kota padi juga percuma, soalna harga beas na sama kaya harga beas di Jakarta, seharusnya lebih murah

  10. Deni Andriana says:

    Ada yg punya ide gak agar ikon ini menjadi terealisasi? atau paling tidak, ada yang berminat membuat desain logo Karawang dengan menggabungkan tiga unsur : goyang, padi dan perjuangan.. dalam bentuk banner ukuran lebar 250 tinggi 250 pixel.. ntar banner/logonya di pasang di KarIn 🙂

  11. gigin ginanjar says:

    ass,,
    sebelumnya salam kenal ya…
    bgi sya mah Karawang kota padi ( prtanian & prikanan ), industri, goyangnya, perjuangannya dll……….
    menurut analisis, yang sya amati dri kota karawang sangat banyak potensi” yang dimiliki oleh kota karawang,, di antaranya SDA & SDM yang bisa dimanfaatkan oleh penduduk kota karawang. Dimana yang bermanfaat bila di manfaatkan oleh SDN kota karawag………

  12. Yuliani Saomi says:

    Karawang kota padi, memang benar…apalagi saya berasal dari Rengasdengklok yang banyak sawahnya. Meskipun saat ini saya tidak tinggal di Karawang, tapi suatu saat pasti akan kembali. Saya bangga menjadi warga Karawang, semoga tetap jaya, kotaku tercinta!!! Salam Saomi…

  13. Dedih says:

    Assalaamu’alaikum Wr.Wb

    Saya bukan orang karawang tapi kalau di tanya ttg Karawang pasti yg terbersit oleh saya PADInya.
    Ikon Karawang PADI kayanya pas. Dan tentunya memberikan nilai positif kpd para pejuang kesejahteraan yakni para petani.

    Wassalaam

  14. […] subang menjadikan nanas sebagai ikonnya, Karawang pun punya buah khas yang layak djadikan ikon Karawang, yaitu kawista. Karena faktanya buah kawista banyak terdapat di Karawang sejak dulu,” terang […]

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>