Solusi Warga Untuk Masalah Banjir di Karawang
28th Apr, 2009 | Penulis: Deni Andriana | Rubrik: Berita
Karawang (KarIn) – Seperti sebelumnya (Tanggapan Warga Karawang Terhadap Pelaksanaan Pemilu 2009) kali ini Redaksi Karawang Info kembali merilis opini Warga Karawang yang dihimpun melalui Grup karawanginfo.com (www.karawanginfo.com) yang ada di situs pertemanan Facebook, dengan menyebar polling atau atau jejak pendapat kepada warga Karawang yang tergabung disana. Sebagai catatan hingga berita ini diturunkan, di grup tersebut telah tergabung sebanyak 391 orang Warga Karawang.
Adapun, topik yang diangkat pada jejak pendapat ini adalah mengenai masalah banjir yang setiap tahunnya melanda hampir setengah wilayah Karawang. Seperti juga kita ketahui bersama, bencana banjir ini layaknya sudah menjadi sebuah rutinitas atau bahkan cenderung mengarah pada identitas yang semakin melekat dengan Karawang, bahkan beberapa kalangan lebih ekstrem lagi mengatakan bahwa selain memiliki julukan sebagai Kota/Kabupaten Pangkal Perjuangan, Lumbung Beras, Kota Industri, kini Karawang pun ‘tercancam’ memiliki julukan baru yakni Kota Banjir.

Isu dendeng atau abon sapi mengandung daging babi sempat membuat warga khawatir, karena khususnya untuk umat Islam daging babi adalah haram untuk dimakan. Hingga akhirnya Kamis (16/4) kemarin Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menyatakan sebanyak 5 merek terdeteksi terbukti mengandung DNA Babi.
Dalam wacana dan khasanah kebudayaan Nusantara. Kujang diakui sebagai senjata tradisional masyarakat Jawa Barat (Sunda) dan mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah Kujang berasal dari kata Kudihyang dengan akar kata Kudi dan Hyang.
Oleh : P. Agung N – Pancaran mata, lirih suara yang terdengar disela-sela temaramnya lampu dan dentuman musik tak akan pernah bisa berbohong. Dibalik itu semua, tertanam rasa sedih, rasa kesal, rasa muak terhadap kehidupan yang mereka jalani. Dibalik itu semua, ada pancaran pemberontakan untuk mengakhiri kehidupan itu! Tapi apa daya, semuanya leyap begitu mendengar cemooh dan lirikan kebencian.
Karawang (KarIn) – Pelaksanaan pemungutan suara (pencontrengan) pada pemilu legislatif 2009 telah dilaksanakan, walaupun itu bukan menandai selesainya seluruh rangkaian pemilu, tapi tahap tersebut tentunya menjadi puncak dari pemilu 2009 sebagai implementasi demokrasi di negeri ini. Secara keseluruhan proses pemilu masih menyisakan dua tahapan kedepan yakni finalisasi penghitungan suara (suara akhir) dan pelantikan Anggota Dewan Terpilih.
– Tingginya biaya pendidikan itu dikarenakan dua hal pokok, yaitu biaya transportasi ber-BBM dari rumah ke sekolah (pp) dan biaya pendidikan sekolah itu sendiri (uang gedung, seragam, buku, dll). Kelangkaan pupuk atau menurunnya harga gabah, pada gilirannya juga menambah faktor kesulitan bagi anak-anak petani untuk mengakses pendidikan berkualitas. Maka ancaman putus sekolah (DO) di depan mata.
Karawang (KarIn) – Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Legislatif 2009 telah dilaksanakan serempak di Indonesia Kamis (9/4) kemarin, begitupun di Karawang. Sejauh pemantauan KarIn, Khusus di Karawang, pelaksanaan tahapan utama pemilu ini berjalan relatif sukses. Setidaknya hingga berita ini dirilis, belum ditemukan hal-hal negatif seperti di daerah lain, hal ini juga diungkapkan oleh Kasubag Program dan Data Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karawang, Devianda. Menurutnya, hingga jumat (10/4) pihaknya belum mendapatkan keluhan baik dari masyarakat maupun parpol dan caleg peserta pemilu.



